Aktivitas Gunung Gamalama Menurun, Bandara Ternate Dibuka

Kompas.com - 06/08/2016, 10:56 WIB
Kondisi Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara Pasca-erupsi Gunung Gamalama, Dok. Kemenhub Achmad FauziKondisi Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara Pasca-erupsi Gunung Gamalama, Dok. Kemenhub
|
EditorAna Shofiana Syatiri

TERNATE, KOMPAS.com - Setelah ditutup selama tiga hari akibat semburan abu vulkanik Gunung Gamalama, Bandara Babullah Ternate, Maluku Utara, kembali dibuka pada Sabtu (6/8/2016) ini.

“Berdasarkan nota tadi, bandara mulai dibuka hari ini jam 08.30 local time,” kata Kepala Bandara Babullah Ternate Anung Bayumurti, Sabtu (6/8/2016).

Dibukanya bandara karena beberapa pertimbangan. Selain karena aktivitas Gunung Gamalama yang tidak lagi menyemburkan abu vulkanik, kondisi cuaca hari ini juga cukup cerah.

Menurut dia, Gunung Gamalama hanya mengeluarkan asap. Kemudian dari BMKG disebut bahwa kondisi cuaca tidak ada awan tebal di atas bandara.

Flight pertama yang akan berangkat pukul 13.00 WIT adalah pesawat Garuda Indonesia dari Manado.

“Kemudian jam 5 sore akan terbang ke Jakarta. Sementara BatikAir dari Makassar belum masuk ke Ternate hari ini. Jadi kemungkinan besok (Minggu 7 Agustus) baru kembali normal,” kata Anung.

Sementara data dari pos pemantau Gunung Gamalama, aktivitas gunung sejak pagi tadi hanya mengeluarkan asap putih tebal dengan ketinggian sekitar 25 meter.

“Gempa tremor masih tercatat namun sudah menurun dibandingkan Jumat kemarin. Gempa yang ada lebih ke tektonik bukan vulkanik,” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Gamalama.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Regional
4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

Regional
Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Regional
Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Regional
Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Regional
9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

Regional
BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

Regional
Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Regional
Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Regional
Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Regional
Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Regional
Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Regional
Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Regional
Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Regional
Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X