Guru yang Cubit Siswanya Divonis 3 Bulan Penjara - Kompas.com

Guru yang Cubit Siswanya Divonis 3 Bulan Penjara

Kompas.com - 04/08/2016, 14:08 WIB
KOMPAS.com/ ACHMAD FAIZAL Samhudi mendengarkan vonis di PN Sidoarjo, Kamis (4/8/2016).

SIDOARJO, KOMPAS.com - Samhudi, guru SMP Raden Rahmat, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur, divonis 3 bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Kamis (4/8/2016).

Atas vonis majelis hakim tersebut, dia belum mengambil langkah hukum selanjutnya atau masih pikir-pikir.

Menurut Ketua Majelis Hakim, Rini Sesuni, terdakwa terbukti melanggar Pasal 80 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Majelis memilki pertimbangan tersendiri, sehingga vonis hukuman lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni 6 bulan penjara.


"Selain jasanya sebagai guru masih diperlukan, terdakwa dengan korban sudah ada kesepakatan damai, dan terdakwa belum pernah berurusan dengan hukum," katanya.

Samhudi sendiri usai sidang menolak berkomentar kepada wartawan.

"Silahkan langsung ke kuasa hukum saya, saya sudah pasrahkan kepada beliau," jelasnya.

Meski masih belum puas dengan proses penyidikan perkara, kuasa hukum Samhudi, Priyo Utomo, mengakui bahwa putusan hakim cukup arif. Namun pihaknya masih akan membahasnya dengan tim tentang langkah hukum selanjutnya yang akan diambil.

"Kita masih perlu membicarakannya dengan tim. Tapi vonis hakim cukup bijaksana," terangnya.

Samhudi dilaporkan orangtua murid yang dihukum karena tidak mengikuti ibadah shalat Dhuha pada 3 Februari lalu. Hukuman yang diterima murid tersebut di antaranya dicubit tangannya. Namun orangtua murid yang tidak terima membawa masalah tersebut ke ranah hukum.

Baca juga: Di Ruang Sidang, Para Guru Gelar Doa Bersama untuk Samhudi


EditorFarid Assifa

Terkini Lainnya

DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

Megapolitan
Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Regional
Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Nasional
PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

Megapolitan
Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Nasional
Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Megapolitan
Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Regional
Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Regional
Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Regional
'Taxiway' Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

"Taxiway" Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

Regional
Begini Model Kantong Belanja dari Tepung Singkong yang Akan Digunakan di Bekasi

Begini Model Kantong Belanja dari Tepung Singkong yang Akan Digunakan di Bekasi

Megapolitan
Dua Pencuri di Australia Bobol Bank Pakai Eskavator

Dua Pencuri di Australia Bobol Bank Pakai Eskavator

Internasional
Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Nenek Marsinah Bingung Cari Tanah Pengganti

Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Nenek Marsinah Bingung Cari Tanah Pengganti

Regional
2 Motor Tabrakan di Kupang, 2 Orang Tewas dan 1 Kritis

2 Motor Tabrakan di Kupang, 2 Orang Tewas dan 1 Kritis

Regional
Pemerintah Sarankan Rumah Hunian Sementara di Lombok Tak Berbahan Dasar Kayu

Pemerintah Sarankan Rumah Hunian Sementara di Lombok Tak Berbahan Dasar Kayu

Nasional

Close Ads X