Kompas.com - 04/08/2016, 14:06 WIB
Ilustrasi. KTP palsu. Kompas/D Herpin Dewanto PutroIlustrasi. KTP palsu.
|
EditorCaroline Damanik

SUKABUMI, KOMPAS.com - Rusman (39), pelaku pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu dan dokumen palsu lainnya, diciduk petugas kepolisian Polsek Nagrak dari rumah kontrakannya di Kampung Pasir Angin, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (3/8/2016).

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya beberapa lembar KTP palsu, Kartu Keluarga (KK) palsu, dan ijazah palsu.

Selain itu 11 buah stempel, satu unit laptop, satu unit perangkat komputer, scanner, dan printer.

"Penangkapan tersangka ini merupakan pengungkapan dari kecurigaan anggota kami terhadap seseorang yang membuat SKCK (surat keterangan catatan kepolisian) yang menggunakan KTP palsu," kata Kepala Polsek Nagrak, AKP Parlan kepada Kompas.com saat ditemui di Polsek Nagrak, Kamis (4/8/2016).

Saat itu, lanjut dia, pembuat SKCK memberikan persyaratan yang tidak sesuai dengan kondisi fisiknya. Namun orang yang bersangkutan tidak kembali lagi untuk mengambil SKCK. Berdasarkan penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti penyelidikan.

"Kami juga mendapatkan informasi dari warga dan setelah perkaranya didalami akhirnya mengarah kepada pelaku. Saat ditangkap, pelaku kooperatif dan mengakui perbuatannya," ujar Parlan yang bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar.

Menurut Parlan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengakui perbuatannya sudah dilakukan selama satu tahun. Para pembuat di antaranya berasal dari masyarakat di wilayah Cibadak, Parungkuda, Nagrak dan Ciambar.

"Selain KTP palsu, tersangka juga membuat KK, akta kelahiran, ijazah dan dokumen lainnya. Juga dalam laptopnya ada dokumen SKCK yang namanya sudah diganti namun belum dicetak," tuturnya.

Atas perbuatannya, lanjut Parlan, tersangka dijerat pasal 263, jo 264 jo 266 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara paling lama delapan tahun. Tersangka Rusman mengakui pembuatan KTP palsu dan dokumen-dokumen lainnya mulai dikerjakan sejak 2015 lalu.

Para pembuatnya berasal dari orang yang akan bekerja, mengajukan aplikasi kredit ke bank atau leasing.

"Baru tahun 2015 yang lalu. Saya sebe lumnya bekerja di foto copy dan suka ngedit foto. Kalau belajar photosop belajar otodidak," ungkap pemuda asal Pariaman, Sumatera Barat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.