BKSDA Selidiki Kabar Kematian 2 Ekor Macan Tutul Jawa karena Diracun Warga

Kompas.com - 03/08/2016, 14:42 WIB
Informasi macan tutul Jawa Ardiansyah/KOMPAS/IWN/BIPInformasi macan tutul Jawa
|
EditorFarid Assifa

SUKABUMI, KOMPAS.com - Dua ekor satwa langka dan dilindungi, macan tutul jawa (Panthera pardus melas) dikabarkan mati diracun warga karena menerkam sejumlah hewan ternak di Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi, Jawa Barat.

Peristiwa itu terjadi sepanjang tahun 2016 di Kampung Cipangparang, Pasirsalam, daerah perbatasan Desa Nanggela dengan Desa Sumberjaya. Macan Jawa yang terakhir mati terjadi sebelum Juli lalu.

Saat ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat sedang menindaklanjuti informasi tersebut. Sejumlah petugas di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedang menyelidiki ke lokasi.

''Informasi yang kami terima kejadian dua ekor macan tutul yang mati itu sudah lama dan bukan di kawasan konservasi. Petugas kami sudah mengecek ke lokasi dan terus memantau,'' kata Kepala Seksi II - Bidang KSDA Wilayah I Bogor, Kusmara saat dihubungi Kompas.com, Rabu (3/8/2016).

Menurut Kusmara, laporan sementara kedua ekor satwa dilindungi itu diduga mati diracun warga. Sebelumnya di perkampungan pinggiran hutan Perum Perhutani itu terdapat beberapa ekor hewan ternak, di antaranya sapi dan kambing milik warga, dimangsa macan tutul.

''Lokasi perkampungan memang berada di sekitar perkebunan karet dan di pinggiran hutan. Saat ini kami masih terus mencari informasi, karena petugas kami tidak bisa menemukan bukti fisik, hanya pengakuan warga saja,'' ujar dia.

Kusmara menuturkan, sebagai langkah selanjutnya, pihaknya akan melakukan penyuluhan kepada masyarakat sekitar pinggiran hutan. Meskipun
sebelumnya, petugas di lapangan sudah menyampaikan penyuluhan serupa kepada masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

''Diharapkan ke depan, bila warga melihat macan tutul yang turun ke perkampungan segera melaporkan ke aparat desa setempat atau petugas kehutanan agar kami bisa cepat melakukan tindakan,'' tutur Kusmara.

Macan tutul jawa ini merupakan salah satu satwa dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya. Hewan ini tercatat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Di Sukabumi, Macan Tutul tersebar di kawasan konservasi di antaranya Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), dan Suaka Margasatwa (SM) Cikepuh serta di kawasan hutan lindung lainnya.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X