Jadi Terdakwa Korupsi Lagi, Gatot Pujo Hanya Tersenyum Saat Ditanya Wartawan

Kompas.com - 01/08/2016, 16:57 WIB
Mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho kembali menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Senin (1/8/2016). Kontributor Medan, Mei LeandhaMantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho kembali menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Senin (1/8/2016).
|
EditorFarid Assifa

MEDAN, KOMPAS.com - Pertengahan Maret 2016 lalu, mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti divonis tiga tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta karena terbukti menyuap tiga hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan dan pemberian hadiah kepada mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella.

Hari ini, Senin (1/8/2016), Gatot kembali menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan. Pada persidangan yang diketuai majelis hakim Djaniko MH Girsang dan anggota Berlian Napitupulu serta Merry Purba, dia didakwa melakukan tindak pidana korupsi dana hibah dan bantuan sosial (bansos) yang merugikan negara sebesar Rp 4,034 miliar.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Negeri Medan menyatakan bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi secara sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan Eddy Syofian, kepala Badan Kesbangpolinmas Provinsi Sumut.

Jaksa mendakwa Gatot melanggar Pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Tindak pidana korupsi yang dilakukan terdakwa dilakukan dengan cara menerbitkan peraturan gubernur, di antaranya menetapkan proses penganggaran dana hibah dan bansos melalui evaluasi SKPD.

Kemudian pada Oktober dan November 2012, dia memanggil sejumlah bawahannya, termasuk Eddy Syofian, meminta agar sejumlah lembaga ditampung sebagai penerima hibah 2013.

Namun dalam proses pencairan dana hibah dan bansos tersebut, terdakwa tidak melakukan verifikasi. Dia hanya meyakini hasil yang dilaporkan tim verifikasi ada 17 lembaga penerima dana hibah dan bansos yang tidak sesuai dengan ketentuan. Negara dirugikan sebanyak Rp 2,8 miliar.

Terkait tindak pidana korupsi yang dilakukan bersama Eddy Syofian (berkas terpisah dan sudah divonis lima tahun penjara) negara kembali dirugikan Rp 1,14 miliar. Total kerugian negara Rp 4,034 miliar menjadi tanggung jawab terdakwa.

Setelah mendengarkan dakwaan jaksa, terdakwa yang didampingi penasihat hukum dari kantor pengacara Hasni Associates meminta majelis hakim memberikan satu minggu waktu untuk mempelajari dakwaan supaya pihaknya dapat menentukan apakah akan menyampaikan eksepsi atau tidak.

"Dakwaan secera lengkap belum diterima penasihat hukum saya, secara umum saya tidak akan melakukan eksepsi, tapi saya meminta penasihat hukum untuk mempelajari dakwaan dalam waktu satu minggu ini," kata Gatot di hadapan majelis hakim.

Permintaannya langsung dikabulkan hakim dengan mengetuk palu. Persidangan akan dibuka kembali pada Senin (8/8/2016) mendatang.

Saat keluar dari ruang sidang, Gatot tidak menjawab semua pertanyaan wartawan. Dia memilih diam seribu bahasa dan hanya tersenyum sambil terus berjalan menuju mobil yang akan membawanya kembali ke Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Kebakaran di Asmat Papua, Hanguskan Ratusan Rumah dan Kios hingga 897 Warga Mengungsi

5 Fakta Kebakaran di Asmat Papua, Hanguskan Ratusan Rumah dan Kios hingga 897 Warga Mengungsi

Regional
Kenang Habibie, Seniman Bandung Gelar Pertunjukan Jalanan 7 Jam Nonstop

Kenang Habibie, Seniman Bandung Gelar Pertunjukan Jalanan 7 Jam Nonstop

Regional
Semua Bakal Calon Rektor Unpad Setuju atau Netral atas Revisi UU KPK

Semua Bakal Calon Rektor Unpad Setuju atau Netral atas Revisi UU KPK

Regional
Kisah Lengkap Bayi Hadijah, Minum Kopi Tubruk Sejak Usia 6 Bulan hingga Terima Bantuan Susu dan Biskuit

Kisah Lengkap Bayi Hadijah, Minum Kopi Tubruk Sejak Usia 6 Bulan hingga Terima Bantuan Susu dan Biskuit

Regional
2 Ekor Beruang dan 1 Ular Besar Mati Terbakar Akibat Karhutla di Riau

2 Ekor Beruang dan 1 Ular Besar Mati Terbakar Akibat Karhutla di Riau

Regional
Cantiknya Negeri di Atas Awan, Hanya Tiga Jam dari Jakarta

Cantiknya Negeri di Atas Awan, Hanya Tiga Jam dari Jakarta

Regional
Cerita Warga Kampar Riau Menjerit Ketakutan, Api Kebakaran Lahan Nyaris Bakar Rumahnya

Cerita Warga Kampar Riau Menjerit Ketakutan, Api Kebakaran Lahan Nyaris Bakar Rumahnya

Regional
Niat Ingin Perkasa, Belasan Warga Malah Keracunan Usai Minum Kopi Cleng

Niat Ingin Perkasa, Belasan Warga Malah Keracunan Usai Minum Kopi Cleng

Regional
Tawarkan Keponakan ke Pria Hidung Belang, Wanita ini Diancam 15 Tahun Penjara

Tawarkan Keponakan ke Pria Hidung Belang, Wanita ini Diancam 15 Tahun Penjara

Regional
Warga Sukabumi yang Diduga Keracunan Makanan Jadi 182 Orang, Sebelumnya Santap Masakan Hajatan

Warga Sukabumi yang Diduga Keracunan Makanan Jadi 182 Orang, Sebelumnya Santap Masakan Hajatan

Regional
Pertama di Indonesia, Bambu Diolah Jadi Energi Listrik untuk Terangi 3 Desa

Pertama di Indonesia, Bambu Diolah Jadi Energi Listrik untuk Terangi 3 Desa

Regional
Walkot Hendi Berencana Terapkan 'Car Free Zone' di Kota Lama Semarang

Walkot Hendi Berencana Terapkan "Car Free Zone" di Kota Lama Semarang

Regional
Sempat Dikritik, Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Diputar di Semarang

Sempat Dikritik, Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Diputar di Semarang

Regional
Rabu, BPBD Kalbar Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla

Rabu, BPBD Kalbar Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla

Regional
Sudah Tiga Orang Melapor Jadi Korban Foto Bugil

Sudah Tiga Orang Melapor Jadi Korban Foto Bugil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X