Pelajar Bawakan Gundul-Gundul Pacul di FLG

Kompas.com - 22/07/2016, 21:57 WIB
Kelompok kesenian dari sejumlah desa menampilkan tarian khas mereka masing-masing saat memeriahkan Festival Lima Gunung XIV di Dusun Mantran Wetan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAKelompok kesenian dari sejumlah desa menampilkan tarian khas mereka masing-masing saat memeriahkan Festival Lima Gunung XIV di Dusun Mantran Wetan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Penulis Jodhi Yudono
|
EditorJodhi Yudono

MAGELANG, KOMPAS.com--Puluhan pelajar SMP Santa Maria Banyutemumpang, Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memainkan musik kolaborasi gamelan untuk mengiringi garapan lagu dolanan Jawa "Gundul-Gundul Pacul" saat pentas di Festival Lima Gunung XV/2016 di kawasan antara Gunung Merapi dan Merbabu, Jumat.

Tembang populer Jawa di kalangan anak-anak itu digarap dalam berbagai irama dengan iringan beberapa perangkat gamelan dan alat musik modern, seperti drum, keyboard dan gitar listrik. Pengiring lainnya yang juga alat musik tradisional, seperti terbang dan kentongan.

Para pelajar saat pementasan di Festival Lima Gunung XV/2016 di Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang itu mengenakan pakaian dengan aksesoris berbahan alam. Selain melantunkan lagu dolanan, mereka juga melakukan gerakan-gerakan tarian secara sederhana.

Masyarakat dari berbagai desa di sekitar lokasi festival dan para tamu dari beberapa kota lainnya, menonton pementasan mereka.

"Memang hanya satu lagu yang kami suguhkan, lagu 'Gundul-Gundul Pacul', tetapi kami garap lagu itu menjadi sejumlah performa irama musik dan tembang, yang kami harapkan memikat penonton," kata Kepala SMP Santa Maria Banyutemumpang L. Sutikno.

Sejumlah guru sekolah yang letaknya relatif dekat dengan arena festival tahunan yang secara mandiri diselenggarakan oleh seniman petani Komunitas Lima Gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh) Kabupaten Magelang itu, juga mendampingi murid-murid mereka saat tampil dalam acara kebudayaan petani tersebut.

Ia menjelaskan tentang makna penting dan edukatif atas tembang "Gundul-Gundul Pacul" yang merupakan warisan leluhur masyarakat Jawa itu.

"Syair tembang itu penuh makna simbolis, tetapi setidaknya membawa pesan tentang pentingnya kewaspadaan generasi muda agar selalu berhati-hati dalam berperilaku dan bersikap supaya beroleh keberhasilan dalam hidupnya. Kalau tidak hati-hati bisa menghadapi berbagai kesulitan hidup," ucapnya.

Festival Lima Gunung hari keempat, antara lain mementaskan tarian "Grasak" (Dusun Kopen, Sawangan), sendratari "Kidung Karmawibangga" (Dusun Cebongan, Windusari), tarian "Soreng Penangsang" (Gejayan, Pakis), tari "Djoeng" (Yogyakarta), tari "Sigrak" (Yogyakarta), tari "Gambyong" (guru SD Sawangan), "Fragmen Putri Cindy" (Liwa, Lampung Barat), tari "Sri Manganti" (SMP Negeri 2 Sawangan), dan tari "Warok Bocah" (Sanggar Saujana Keron).

Sekitar 50 grup kesenian dari berbagai kelompok di Komunitas Lima Gunung, desa-desa sekitar lokasi festival, dan sejumlah grup lainnya dari beberapa kota yang berjejaring dengan komunitas itu menggelar pementasan tarian tradisional dan kontempor, pentas musik, pameran seni rupa dan instalasi dalam Festival Lima Gunung XV selama 19-24 Juli 2016.

Agenda lainnya dalam festival tersebut, yakni prosesi ritual dan doa pembukaan festival di Candi Gunung Wukir Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Selasa (19/7), sedangkan puncak acara kebudayaan itu pada Minggu (24/7), antara lain ditandai dengan kirab budaya para seniman petani, pidato kebudayaan oleh para tokoh, serta pementasan berbagai kesenian lainnya.



Sumber ANTARA
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Regional
Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Regional
Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Regional
Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Regional
Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Regional
Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Regional
Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Regional
Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Regional
Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Regional
13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

Regional
Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Regional
62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

Regional
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Regional
Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X