Kompas.com - 22/07/2016, 16:00 WIB
|
EditorCaroline Damanik

POSO, KOMPAS.com – Aparat TNI-Polri yang tergabung dalam Operasi Tinombala 2016 di Poso, Sulawesi Tengah, terus meningkatkan kewaspadaan di beberapa titik.

Peningkatan kewaspadaan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan sebelum dan setelah pemakaman jenazah Santoso, pimpinan DPO teroris yang tewas tertembak di hutan pegunungan Desa Tambarana, Senin (18/7/2016).

Danrem 132 Tadulako Palu Kolonel Infantri Saleh Mustafa menjelaskan, meskipun tidak ada peningkatan status keamanan di Poso, namun TNI dan Polri tetap waspada mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut dia, kewaspadaan tersebut perlu dilakukan oleh seluruh aparat yang tergabung dalam pelaksanaan Operasi Tinombala 2016 dalam mengantisipasi adanya aksi provokasi maupun proaksi yang berlebihan saat pemakaman jenazah Santoso di Poso.

"Untuk peningkatan status keamanan kesiaga satu tidak kita lakukan,tapi kalau untuk peningkatan kewaspadaan,TNI-Polri selalu waspada dalam mengantisipasi hl-hal yang tidak diinginkan baik sebelum dan sesudah pemakaman," ucap Saleh.

Selain TNI-Polri, Bupati Poso Darmin Sigilipu juga mengimbau seluruh warga Poso agar tetap tenang, khususnya di sekitar lokasi pemakaman, dan terlibat dalam menjaga keamanan di sekitar lingkungan mereka.

Darmin berharap agar masyarakat tetap menjaga keamanan bersama untuk menghindari hal hal yang dapat merugikan keamanan bersama yang dapat mengganggu ketenteraman warga.

"Saya minta kepada seluruh warga, terutama keluarga Santoso agar jangan melakukan hal-hal yang berlebihan saat menunggu pemulangan dan sekaligus pemakaman jenazah Santoso. Mari kita jaga keamanan dan ketertiban," imbau Darmin.

Jenazah Santoso dan Muchtar masih berada di RS Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah untuk identifikasi dan tes DNA. Jenazah Santoso sendiri berdasarkan keterangan oleh pihak keluarga akan dimakamkan di Desa Landangan, Kecamatan Poso Pesisir.


(Baca juga: Keluarga Tepis Jenazah Santoso Ditolak Warga Poso Pesisir Utara)

 

Kompas TV Pengikut Santoso Akan Diampuni Bila Serahkan Diri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.