Mogok Makan, 11 Imigran Gelap Asal Afganistan Dirawat di RS

Kompas.com - 21/07/2016, 09:14 WIB
Ilustrasi 
ShutterstockIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik

KUPANG, KOMPAS.com — Sebanyak 11 imigran gelap asal Afganistan yang ditampung sementara di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dirawat secara intensif di Rumah Sakit St Carolus Borromeus Kupang karena mogok makan.

Kepala Rudenim Kupang, Efendi Saragih, mengatakan, belasan imigran itu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis lantaran dalam kondisi lemas akibat dehidrasi.

Menurut Saragih, para imigran yang ditampung di Rudemim Kupang, sebanyak 169 orang, melakukan aksi mogok makan menuntut International Organization for Migration (IOM) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang mengurus imigran untuk segera mengantar mereka ke negara tujuan dan mendapatkan suaka politik.

“Para imigran ini melakukan aksi mogok makan sejak Senin (18/7/2016) kemarin dan menuntut pihak IOM untuk segera membawa mereka ke negara tujuan mereka, yakni Australia, untuk mendapatkan suaka politik,” kata Saragih, Rabu (20/7/2016).

“Apalagi mereka sudah lebih dari dua tahun ditampung sementara di Rudenim Kupang sejak mereka tertangkap hendak berlayar ke Australia. Hal itu yang membuat mereka stres dan tidak mau makan,” sambungnya.

Saragih menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan IOM untuk segera menyelesaikan persoalan para imigran agar tidak terus melakukan aksi mogok makan lagi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X