Kompas.com - 19/07/2016, 15:28 WIB
Pesawat Batik Air mendarat kembali di Bandara Pattimura, Ambon, Selasa (19/7/2016), setelah terbang beberapa menit dari bandara tersebut. KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYPesawat Batik Air mendarat kembali di Bandara Pattimura, Ambon, Selasa (19/7/2016), setelah terbang beberapa menit dari bandara tersebut.
|
EditorFarid Assifa

AMBON, KOMPAS.com - Sejumlah penumpang pesawat Batik Air tujuan Ambon-Jakarta yang sempat gagal berangkat akibat mesin pesawat yang mereka tumpangi bermasalah, akhirnya bisa terbang dengan pesawat lainnya dari Bandara Pattimura.

Namun, sebagian penumpang memilih membatalkan keberangkatan dengan berbagai alasan.

“Saya sudah pulang ke rumah dan tidak melanjutkan perjalanan, karena jujur saja saya masih trauma,” kata Rima, salah satu penumpang saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/7/2016) sore.

Baca juga: Setelah 20 Menit Terbang, Batik Air Kembali Mendarat di Bandara Pattimura

Dia mengaku kejadian yang menimpa pesawat Batik Air yang ditumpanginya membuat dirinya menjadi sangat takut. Dia pun langsung memutuskan untuk membatalkan keberangkatannya.

“Meski penting saya tetap membatalkan keberangkatan dulu,” ujarnya.

Senada dengan Rima, seorang penumpang lainnya, Abidin Wakano juga mengaku kejadian yang dialaminya di dalam pesawat Batik Air membuatnya terpaksa menunda keberangkatannya.

Akademisi IAIN Ambon yang juga wakil ketua MUI Maluku ini mengungkapkan saat ini dia masih trauma setelah insiden tersebut.

”Saya sudah sekian kali ikut dalam penerbangan bahkan ke luar negeri, saya sempat merasakan guncangan di pesawat tapi baru kali ini saya benar-benar merasakan pesawat akan terjatuh,” katanya.

Sementara itu, General Operasional PT Angkasapura Ambon, Merpin Butarbutar mengaku hingga kini pesawat tersebut masih berada di Bandara Pattimura.

Pesawat itu, kata dia, sempat mengalami gangguan pada mesin dan akhirnya kembali mendarat di bandara Pattimura, Ambon.

“Pesawat sempat memutar-mutar selama kurang lebih 15 menit sebelum mendarat kembali di bandara,” ujarnya.

Dia mengatakan setelah mendarat, pesawat tersebut lantas diperiksa oleh petugas dan teknisi, sedangkan para penumpang langsung mendatangi kantor Lion Air yang ada di bandara untuk menanyakan hal tersebut.

“Saat ini para penumpang telah diterbangkan dengan pesawat lainnya, namun sebagian penumpang memilih membatalkan keberangkatan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, pesawat Batik Air yang mengangkut ratusan penumpang ini mengalami gangguan pada mesin dan harus kembali ke bandara Pattimura. Peristiwa itu terjadi setelah pesawat lepas landas 20 menit dari bandara Pattimura.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X