Kompas.com - 19/07/2016, 07:32 WIB
EditorLaksono Hari Wiwoho

Berbagai kasus pelanggaran HAM dipandangnya sebagai episode-episode dari sebuah konflik. Sebuah episode terjadi tidak dari suatu kevakuman karena selalu ada konteks yang memengaruhinya. Konteks inilah yang disebut episentrum, yang kapan saja dapat menyebabkan aksi kekerasan baru. Selama episentrumnya belum diatasi, pelanggaran HAM akan terus terjadi.

Mengikuti teori ini, dapat dikatakan bahwa bukan hanya kasus-kasus HAM yang perlu dituntaskan, tetapi hal yang jauh mendasar adalah mengatasi episentrum yang setiap saat dapat melahirkan pelanggaran HAM baru di Papua.

Episentrum masalah HAM di Papua, menurut pengamatan penulis, adalah adanya relasi permusuhan antara orang Papua dan pemerintah. Di satu pihak, orang Papua, sekalipun tidak semuanya, dicurigai sebagai pendukung gerakan separatis yang dimotori Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pemerintah selama ini berusaha membasmi separatis Papua, yang merupakan musuh negara, dengan mengedepankan pendekatan keamanan.

Di pihak lain, OPM memandang pemerintah sebagai penjajah. Maka, aksi-aksi kekerasan dan diplomasi dilakukannya demi pembebasan tanah dan orang Papua dari penjajahan (dekolonisasi). Relasi permusuhan inilah yang melahirkan kasus-kasus HAM. Maka, selama relasi ini tidak diperbarui, pelanggaran HAM akan terus terjadi di Papua sekalipun ketiga kasus HAM di atas mungkin dapat diselesaikan.

Dalam suasana permusuhan seperti ini, pelanggaran HAM di Papua tak dapat diakhiri dan dicegah melalui suatu keputusan sepihak, entah oleh pemerintah entah oleh OPM. Keputusan seperti itu akan ditolak oleh pihak lain, terutama, karena merasa diri dipandang sebagai musuh yang tidak dilibatkan dalam proses pembuatan keputusan tersebut.

Meski demikian, restorasi relasi antara pemerintah dan OPM merupakan suatu keharusan apabila pelanggaran HAM mau diakhiri dan dicegah di Papua. Relasi permusuhan perlu diperbarui menjadi relasi persahabatan, ketika mereka tidak saling memandang sebagai musuh, tetapi sebagai saudara. Sekali relasinya direstorasi, sikap saling tidak percaya yang mewarnai relasi antarmereka selama ini akan hilang dan muncul sikap saling percaya satu sama lain. Selanjutnya, mereka dapat bertemu dan berdiskusi dalam suasana persaudaraan.

Pembaruan relasi ini menuntut keterlibatan dari kedua belah pihak dan sarananya adalah dialog. Karena itu, pemerintah dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang mewakili OPM diharapkan bertemu untuk memperbarui relasi antarmereka dan secara bersama membahas upaya penyelesaian dan pencegahan pelanggaran HAM secara menyeluruh melalui dialog.

Neles Tebay
Dosen STF Fajar Timur dan Koordinator Jaringan Damai Papua di Abepura

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 18 Juli 2016, di halaman 7 dengan judul "Menangani Pelanggaran HAM di Papua".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.