Menteri Yuddy: Saya Tidak Mendapat Sinyal soal "Reshuffle"

Kompas.com - 15/07/2016, 16:01 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur  Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Yuddy Chrisnandi, saat blusukan ke Mapolres Demak, Jateng,  Jumat (  15/7/2016 ) siang. Kontributor Demak, Ari WidodoMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Yuddy Chrisnandi, saat blusukan ke Mapolres Demak, Jateng, Jumat ( 15/7/2016 ) siang.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

SEMARANG, KOMPAS.com — Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda Presiden Joko Widodo akan merombak kabinet. Kalaupun ada, Yuddy siap diganti.

"Kemarin saya bersama beberapa menteri rapat terbatas dengan Bapak Presiden. Saya tidak mendapat sinyal soal reshuffle," kata Yuddy di sela-sela meninjau pelayanan publik beberapa instansi di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/7/2016).

Menurut dia, reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Presiden sehingga hanya Presiden yang tahu kapan waktunya serta siapa saja yang akan diganti.

"Tidak ada yang tahu, paling jauh yang tahu Wakil Presiden. Di luar itu, tidak ada informasi dan tidak ada sinyal," ujarnya.

Ia mengaku santai jika nantinya namanya masuk dalam pergantian. Ia mengibaratkan pemberhentian sama halnya ketika penunjukan sebagai menteri.

"Harus siap dong, menteri itu semuanya harus siap untuk di-reshuffle kapan pun. Enggak boleh tegang," kata dia.

Yuddy mengatakan, saat ini isu pergantian menteri hanya bagian dari spekulasi publik dan diembuskan media massa dan para politikus. Ia menyatakan bahwa kondisi saat ini lancar. Para menteri juga rapat bersama dengan Presiden.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mantan Pacar Disekap Sepekan, Dijemput Usai Kerja, Korban Kirim Petunjuk Lokasi

Detik-detik Mantan Pacar Disekap Sepekan, Dijemput Usai Kerja, Korban Kirim Petunjuk Lokasi

Regional
Derita Mbah Khotimah, Uang Hasil Jualan Dibawa Kabur, Korban Diturunkan di Jalan

Derita Mbah Khotimah, Uang Hasil Jualan Dibawa Kabur, Korban Diturunkan di Jalan

Regional
Baru 2 RS Rujukan Covid-19 di Maluku yang Terima Insentif Tenaga Medis

Baru 2 RS Rujukan Covid-19 di Maluku yang Terima Insentif Tenaga Medis

Regional
Klaster Sekolah Muncul di Rembang, Berawal dari Guru yang Jadi Petugas Pemilu

Klaster Sekolah Muncul di Rembang, Berawal dari Guru yang Jadi Petugas Pemilu

Regional
Tolak Omnibus Law, Aliansi Rakyat Bergerak Kembali Gelar Aksi di Simpang Tiga Gejayan

Tolak Omnibus Law, Aliansi Rakyat Bergerak Kembali Gelar Aksi di Simpang Tiga Gejayan

Regional
Muncul Klaster Sekolah, Pemprov Jateng Diminta Setop KBM Tatap Muka

Muncul Klaster Sekolah, Pemprov Jateng Diminta Setop KBM Tatap Muka

Regional
Polisi Tangkap 5 Terduga Teroris di Kampar, Riau

Polisi Tangkap 5 Terduga Teroris di Kampar, Riau

Regional
Pacaran 5 Tahun dan Tak Direstui, Mantan Kekasih Disekap Sepekan, Korban Sempat Kirim Petunjuk Lokasi

Pacaran 5 Tahun dan Tak Direstui, Mantan Kekasih Disekap Sepekan, Korban Sempat Kirim Petunjuk Lokasi

Regional
Dedi Mulyadi Selamatkan 2 Bocah Usia SD yang Kerap Isap Lem

Dedi Mulyadi Selamatkan 2 Bocah Usia SD yang Kerap Isap Lem

Regional
'Jangankan Corona, Polisi Pun Saya Makan'

"Jangankan Corona, Polisi Pun Saya Makan"

Regional
Satu Nelayan di Makassar Ditangkap Terkait Kasus Dugaan Perobekan Uang

Satu Nelayan di Makassar Ditangkap Terkait Kasus Dugaan Perobekan Uang

Regional
Pria yang Ngamuk di Kantor Polisi Sambil Bawa Senjata Tajam Diduga Stres

Pria yang Ngamuk di Kantor Polisi Sambil Bawa Senjata Tajam Diduga Stres

Regional
PAN Resmi Usung Ananda-Mushaffa Zakir di Pilkada Banjarmasin 2020

PAN Resmi Usung Ananda-Mushaffa Zakir di Pilkada Banjarmasin 2020

Regional
Langgar Protokol Kesehatan di Denpasar, Siap-siap Bayar Denda hingga Rp 100.000

Langgar Protokol Kesehatan di Denpasar, Siap-siap Bayar Denda hingga Rp 100.000

Regional
Seekor Pesut Ditemukan Mati di Sungai Mahakam, Diduga Terjerat Jaring Nelayan

Seekor Pesut Ditemukan Mati di Sungai Mahakam, Diduga Terjerat Jaring Nelayan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X