Guru yang Cubit Murid Dituntut Hukuman 6 Bulan Penjara - Kompas.com

Guru yang Cubit Murid Dituntut Hukuman 6 Bulan Penjara

Kompas.com - 14/07/2016, 19:15 WIB
Kompas.com/ Achmad Faizal Sidang tuntutan guru cubit murid di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Kamis (14/7/2016).

SIDOARJO, KOMPAS.com - Guru asal Sidoarjo, Jawa Timur, Muhammad Samhudi (46) menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Kamis (14/7/2016). Ia dibawa ke meja hijau setelah dlaporkan karena mencubit muridnya.

Oleh Jaksa Penuntut Umum dia dituntut enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun. Dalam tuntutan yang dibacakan jaksa Andrianis, guru SMP Raden Rahmad, Kecamatan Balongbendo Sidoarjo itu dinilai bersalah dan melanggar pasal 80 ayat (1) Undang-undang Perlindungan Anak.

"Terdakwa dituntut pidana penjara enam bulan dengan masa percobaan selama satu tahun," katanya.

Meski dalam rangka mendidik, kata Jaksa, tindakan mencubit tidak dibenarkan. Tuntutan jaksa tersebut terbilang ringan karena ancaman pidana dalam perkara tersebut maksimal tiga tahun enam bulan penjara.


"Selain terdakwa belum pernah dihukum, adanya perdamaian dari kedua belah pihak menjadi pertimbangan untuk meringankan tuntutan kepada terdakwa," tambahnya.

Puluhan rekan seprofesi Samhudi terlihat hadir dalam persidangan untuk memberikan dukungan. Mereka juga antusias mengikuti jalannya persidangan. 

Samhudi dilaporkan orang tua murid yang dihukum karena tidak mengikuti ibadah Sholat Dhuha 3 Februari lalu. Hukuman yang diterima murid tersebut di antaranya dicubit tangannya. Namun orang tua murid yang tidak terima membawa masalah tersebut ke ranah hukum.


Terkini Lainnya

17 Desember, 120 Unit Huntara di Sulawesi Tengah Siap Dihuni

17 Desember, 120 Unit Huntara di Sulawesi Tengah Siap Dihuni

Nasional
Tantangan Literasi Era Digital dan Peribahasa 'Kebo Nyusu Gudel'

Tantangan Literasi Era Digital dan Peribahasa "Kebo Nyusu Gudel"

Edukasi
Menurut Menteri Perdagangan, Pasar Tradisional Kini Sudah Mulai Naik Kelas

Menurut Menteri Perdagangan, Pasar Tradisional Kini Sudah Mulai Naik Kelas

Nasional
Pelaku Pencabulan Menjerit Kesakitan, Eksekusi Cambuk Sempat Dihentikan

Pelaku Pencabulan Menjerit Kesakitan, Eksekusi Cambuk Sempat Dihentikan

Regional
La Nyalla Akui Jokowi PKI Hanya Karangan, Ini Kata Airlangga Hartarto

La Nyalla Akui Jokowi PKI Hanya Karangan, Ini Kata Airlangga Hartarto

Nasional
DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

Megapolitan
Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Regional
Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Nasional
PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

Megapolitan
Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Nasional
Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Megapolitan
Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Regional
Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Regional
Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Regional
'Taxiway' Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

"Taxiway" Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

Regional

Close Ads X