6 Tahun Tak Berlebaran bersama Keluarga demi Pemudik di Merak-Bakauheni

Kompas.com - 06/07/2016, 07:28 WIB
Meski kerap ber-Lebaran jauh dari rumah, semangat Hari Raya Idul Fitri tetap dirasakan oleh para awak kapal Mufida Makassar yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni-Merak. dok.Kompas TVMeski kerap ber-Lebaran jauh dari rumah, semangat Hari Raya Idul Fitri tetap dirasakan oleh para awak kapal Mufida Makassar yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni-Merak.
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com - Meski kerap ber-Lebaran jauh dari rumah, semangat hari raya Idul Fitri tetap dirasakan oleh para awak kapal Mufida Makassar yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni-Merak.

Asep Nurjaman, salah satunya. Sudah enam tahun dia bekerja mengendalikan navigasi kapal ini, enam tahun itu pula dia tidak merayakan Lebaran di rumah.

Dia menuturkan, kadang tak menampik rasa sedih yang datang karena tak bisa pulang ke rumah saat Lebaran tiba. Namun, tanggung jawab akan pekerjaan membuatnya kembali bersemangat.

"Ya yang jelas enggak bisa kumpul (bersama keluarga), sedih juga. Tetapi senangnya, kami bisa mengantar ribuan orang yang mudik untuk ke daerah Sumatera dan pas arus baliknya juga kami ikut mengantar juga," tuturnya seperti dikutip dari KompasTV.

Ayah dua anak ini mengaku untuk bertemu dan bisa berlibur bersama keluarga di Tasikmalaya, Jawa Barat, dia harus memanfaatkan giliran cuti. Konsekuensi ini sudah diketahuinya dan keluarga sejak awal.

"Rasa (sedih) itu ya enggak bisa dibohongin, pasti adalah sedikit. Cuma di sini kami kan sudah punya tanggung jawab masing-masing di pekerjaan ini. Risiko kami memang hari raya itu udah enggak bisa mudik untuk bareng kumpul keluarga," ucapnya.

Selain Asep, anak buah kapal lainnya juga menyimpan rindu yang sama yaitu Artriya Artriyono atau Yono, yang sudah 14 tahun bekerja mengemudikan kapal dan membantu bongkar muat saat kapal bersandar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam beberapa kali Lebaran, dia sempat pulang. Namun, sebagian besar perayaan Lebaran dihabiskannya di kapal.

"Lebaran di rumah paling sekali-sekali aja. Tetapi, biasanya di kapal terus, enggak pulang. Kalau ada tugas ke kapal dari kantor, kita harus ke kapal melayani masyarakat," tuturnya.

Hanya saja, bagi Yono, tak ada kata terlambat untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Baginya, membantu para pemudik untuk tiba dengan selamat pulang ke kampung halaman adalah salah satu kebahagiaan yang tak terbayarkan.

 

Baca tentang


Sumber Kompas TV
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.