Satu Rumah Hanyut dan Ratusan Lainnya Terendam Air akibat Banjir Demak

Kompas.com - 03/07/2016, 15:36 WIB
Sisa-sisa rumah milik Nurhadi di  Dukuh Ganud RT 08 RW 02 Desa Bakalrejo,Kecamatan Guntur , Demak, yang hanyut tergerus banjir  sungai  B1 Cabean, Minggu (3/7/2016) KOMPAS.com ( ARI WIDODO )Sisa-sisa rumah milik Nurhadi di Dukuh Ganud RT 08 RW 02 Desa Bakalrejo,Kecamatan Guntur , Demak, yang hanyut tergerus banjir sungai B1 Cabean, Minggu (3/7/2016)
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

DEMAK, KOMPAS.com – Banjir melanda wilayah Kecamatan Sayung dan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu (3/7/2016). Ratusan rumah warga terendam air, bahkan satu rumah warga hanyut digerus derasnya air akibat jebolnya tanggul Sungai B1 Cabean di Desa Bakalrejo, Guntur.

Rumah yang hanyut itu milik Nurhadi (63) berada di dekat tanggul yang jebol di Dukuh Ganud RT 08 RW 02, Desa Bakalrejo. Untunglah dia bersama istrinya, Muayadah (60), yang tengah menderita lumpuh menahun, berhasil menyelamatkan diri dan mengungsi ke rumah kerabatnya.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Suprapto mengatakan, hujan deras di wilayah Demak selatan memicu luapan sungai yang berhulu di Kabupaten Semarang itu.

"Tanggul tidak mampu menahan gerusan air sehingga tanggul jebol sepanjang 15 meter dengan kedalaman 4 meter," kata Suprapto.

Sebanyak 177 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mulai 50 cm hingga 1,5 meter.

Air bah menerjang 10 rumah di RT 01 Dukuh Ganud, 41 rumah di RT 02, dan 30 rumah di RT 03. Sebanyak 42 rumah RT 04 juga terendam banjir, demikian pula 29 rumah di RT 07, dan RT 08 sebanyak 25 rumah.

Air bercampur lumpur pekat tersebut juga membanjiri ruas jalan utama Buyaran–Karangawen sepanjang 500 meter hingga setinggi 1 meter.

Kondisi tersebut itu mengganggu arus lalu lintas. Jalur alternatif penghubung antarkecamatan dengan jalur pantura pun tergenang air.

"Jalannya tidak bisa dilewati. Tadi kita terobos pakai mobil ranger, tetap tidak bisa," ucap Suprapto.

Suharto (56), Ketua RT 08 RW 02 , Desa Bakalrejo, Kecamatan Guntur, mengatakan bahwa warga pernah dilaporkan kondisi tanggul itu kepada pemerintah setempat sebelum jebol, Sebelumnya, tanggul itu sudah pernah jebol dan kondisinya kembali mengkhawatirkan setelah diperbaiki.

"Pun nate kulo tunjuke, tanggule perlu didandani soale nate jebol, nanging mboten separah niki (Sudah pernah saya tunjukkan tanggul yang perlu diperbaiki soalnya pernah jebol, tapi tidak separah ini)," kata Suharto.

Warga lainnya, Azrotun Zulfa (45), mengaku terganggu akibat banjir. Selain tidak bisa bepergian keluar rumah, perabotan di dalam rumahnya juga berantakan akibat terjangan banjir.

"Ana banjir, gak sida Bada mas. Rusuh kabeh (Ada banjir, tidak jadi Lebaran. Kotor semua)," keluh Zulfa.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Larang Hiburan dan Batasi Tamu Hajatan

Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Larang Hiburan dan Batasi Tamu Hajatan

Regional
Kepala SD di Tegal Meninggal karena Covid-19, Seorang Guru Ikut Terpapar

Kepala SD di Tegal Meninggal karena Covid-19, Seorang Guru Ikut Terpapar

Regional
Dokter Senior dan Mantan Ketua PSMS Medan Meninggal akibat Covid-19

Dokter Senior dan Mantan Ketua PSMS Medan Meninggal akibat Covid-19

Regional
Video Viral Buaya Putih di Sungai Brantas, Tim Diturunkan Lakukan Pencarian

Video Viral Buaya Putih di Sungai Brantas, Tim Diturunkan Lakukan Pencarian

Regional
Kasus Corona Melonjak, Pemkot Serang Siapkan 5 RS untuk Menampung

Kasus Corona Melonjak, Pemkot Serang Siapkan 5 RS untuk Menampung

Regional
Diduga Culik dan Bawa Siswi SD ke Malaysia, Pemuda 19 Tahun Ditangkap

Diduga Culik dan Bawa Siswi SD ke Malaysia, Pemuda 19 Tahun Ditangkap

Regional
Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Regional
Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Regional
Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Regional
25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

Regional
Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Regional
Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Regional
Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Regional
Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X