Pemudik Hadapi Jalan Berlubang di Jalur Barat Trans-Sulawesi

Kompas.com - 29/06/2016, 09:49 WIB
Jalan Trans Sulawesi di Mamuju Utara, Sulawesi Barat, berlubang maupun tergenang air, Selasa (28/6/2016). Hingga sepekan jelang Lebaran, belum ada tanda-tanda perbaikan pada jalur tersebut. KOMPAS.com/JUNAEDIJalan Trans Sulawesi di Mamuju Utara, Sulawesi Barat, berlubang maupun tergenang air, Selasa (28/6/2016). Hingga sepekan jelang Lebaran, belum ada tanda-tanda perbaikan pada jalur tersebut.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

MAMUJU UTARA, KOMPAS.com - Puluhan kilometer ruas jalan Trans-Sulawesi di Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, dalam kondisi berlubang dan tergenang air.

Hingga sepekan jelang Lebaran 2016, belum ada tanda-tanda perbaikan jalan yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan itu.

Selama ini jalur lintas barat Sulawesi tersebut menjadi satu-satunya jalur untuk mudik bagi warga di tiga provinsi tersebut.

Karena kerusakan itu, pengendara harus ekstra hati-hati untuk melewati jalan areal perkebunan kelapa sawit tersebut. Selain berlubang, sejumlah ruas jalan terlihat bergelombang. Di sejumlah lokasi masih tampak genangan air sisa banjir.

Kondisi tersebut sering memicu timbulnya kecelakaan. Jalan itu juga tidak dilengkapi fasilitas penerangan memadai dan pos pemantauan arus mudik. Lokasinya jauh dari keramaian, sehingga rawan menjadi tempat tindak kejahatan.

Menurut Setiawan, salah satu warga di lokasi ini, baru setahun lalu jalan tersebut diaspal. Namun, usianya pendek karena tak lama kemudian jalan sudah rusak lagi.

"Belum cukup sebulan diaspal, setahun lalu memang sudah berlubang di sana sini. Kita berharap pemerintah bisa segera membenahi kerusakan jalan agar tidak menambah daftar panjang warga yang menjadi korban kecelakaan," ujar Setiawan, pengguna jalan.

Warga dan para pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalur ini berharap ada perbaikan jalan agar arus lalu lintas di jalur ini bisa berjalan normal dan terhindar dari kecelakaan.

Sayangnya, hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan. Warga dan para pengendara tidak punya pilihan lain karena tidak ada jalur alternatif yang bisa dilalui untuk kegiatan sehari-hari maupun saat mudik nanti.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang  Pertama Kali Terapkan 'Local Lockdown' di Tanah Air

Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang Pertama Kali Terapkan "Local Lockdown" di Tanah Air

Regional
Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Regional
Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Regional
Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Regional
Setahun Pandemi,  Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Setahun Pandemi, Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Regional
172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

Regional
Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Regional
Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Regional
Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X