Mbah Karep Penderita Kanker Kulit dan Air Mata Menteri Khofifah

Kompas.com - 26/06/2016, 04:17 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa (kiri) saat berdialog dengan Karep di depan gubuk reyotnya, Sabtu (25/6/2016). HamzahMenteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa (kiri) saat berdialog dengan Karep di depan gubuk reyotnya, Sabtu (25/6/2016).
|
EditorCaroline Damanik

GRESIK, KOMPAS.com – Kondisi Karep, warga Dusun Jati Sari, Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Gresik, Jawa Timur, yang mengidap kanker kulit di bagian wajah membuat Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa terharu.

Dalam kunjungannya ke gubuk reyot berukuran 2,5 meter x 2,5 meter milik Karep, Sabtu (25/6/2016), Khofifah menitikkan air mata melihat kakek berusia 65 tahun tersebut.

“Saya merasa kasihan dengan penderitaan Mbah Karep, karena penyakit yang dialami merupakan ujian yang luar biasa. Saya berdoa, semoga Mbah Karep mendapat ketabahan dalam menjalaninya,” ungkap Khofifah, Sabtu (25/6/2016).

Dia pun sempat berdialog singkat dengan Karep di sela-sela kunjungannya, serta tidak merasa risih akan penyakit kanker kulit yang dialami sang kakek, yang membuat wajah Karep hampir tidak berbentuk lagi.

“Yang sabar ya Mbah, semua ujian ini datangnya dari Allah SWT. Saya berdoa, Mbah Karep tetap tabah dan sabar dalam menjalaninya. Saya juga mendoakan, moga-moga Mbah Karep tetap diberikan kesembuhan oleh Allah SWT,” tutur Khofifah kepada Karep sambil menitikkan air matanya.

Enggeh bu, matur suwun sampun didunga’aken. (Iya bu, terima kasih saya sudah didoakan),” jawab Karep dengan terbata-bata.

Sejumlah orang yang menyaksikannya juga sempat menitikkan air mata.

Dalam kunjungannya, Khofifah meminta kepada semua yang hadir dan menyaksikan, termasuk para petinggi di institusi terkait di lingkup Pemerintahan Kabupaten Gresik maupun Provinsi Jawa Timur, untuk lebih memperhatikan dan mengawasi nasib Karep, yang kini hidup sebatang kara di gubuk reyotnya.

“Saya juga meminta kepada dinas-dinas terkait, untuk memperhatikan nasib Mbah Karep. Karena bagaimanapun, Mbah Karep juga warga negara Indonesia, yang juga memiliki hak sama seperti masyarakat lainnya,” ujar Khofifah.

(Baca juga: Kakek Karep Diusir Keluarga Gara-gara Mengidap Kanker Kulit)

Melalui dinas terkait yang ada di Jawa Timur dan Gresik, Kementerian Sosial juga akan membantu dan memfasilitasi kelanjutan hidup Karep. Baik dari segi pengobatan maupun kecukupan biaya kehidupan.

“Alhamdulillah, untuk pengobatan Dinas Kesehatan Jawa Timur sudah berjanji akan melakukan perawatan penyakit yang diderita Mbah Karep. Sementara untuk keperluan hidup sehari-hari, Pemkab Gresik juga sudah menyatakan, bakal mengcover seluruh kebutuhannya. Dan Kementerian Sosial, juga akan membantu memfasilitasinya,” tutup Khofifah.

Dia juga sempat menuturkan, sebelumnya Karep juga sudah sempat dirawat oleh tim dari Dinas Kesehatan Jawa Timur di salah satu rumah sakit yang ada di Surabaya. Ia pun hendak dititipkan di Panti Lanjut Usia yang ada di Surabaya. Namun Karep menolak dan memilih hidup di gubuk reyot miliknya.

Sebelumnya, kisah Karep diunggah oleh pemilik akun Facebook, Andi Teposs, Kamis (23/6/2016) pukul 07.17. Cerita ini mendapat respons luas dari para netizen. Dalam sekejap, postingan Andi menjadi viral dan sudah dibagikan 14.695 kali dan dan mendapat 8.200 like.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Terungkapnya 1.280 Orang di Secapa AD Terjangkit Covid-19

Kronologi Terungkapnya 1.280 Orang di Secapa AD Terjangkit Covid-19

Regional
Tagihan Listrik Bupati Probolinggo Naik Gila-gilaan hingga 275 Persen, Ini Penjelasan PLN

Tagihan Listrik Bupati Probolinggo Naik Gila-gilaan hingga 275 Persen, Ini Penjelasan PLN

Regional
Pondok Gontor Hanya Terapkan 4 Jam Pelajaran

Pondok Gontor Hanya Terapkan 4 Jam Pelajaran

Regional
Sempat Ancam Bunuh Bupati Aceh Tengah, Wabup Firdaus Minta Maaf, Keduanya Berdamai

Sempat Ancam Bunuh Bupati Aceh Tengah, Wabup Firdaus Minta Maaf, Keduanya Berdamai

Regional
Temui 4 Bocah Korban Pencabulan Kakek Pedofil, Risma Bantu Pulihkan Trauma

Temui 4 Bocah Korban Pencabulan Kakek Pedofil, Risma Bantu Pulihkan Trauma

Regional
1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

Regional
Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Regional
Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Regional
Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Regional
Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Regional
Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Regional
Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Regional
Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Regional
Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X