Tangani Pencurian Ikan, Kapal Patroli Baladewa Jaga Perairan Natuna

Kompas.com - 22/06/2016, 09:21 WIB
Ilustrasi: Sebuah kapal nelayan Vietnam ditenggelamkan di Laut Natuna di Anambas, Kepulauan Riau (5/12/2014). ReutersIlustrasi: Sebuah kapal nelayan Vietnam ditenggelamkan di Laut Natuna di Anambas, Kepulauan Riau (5/12/2014).
EditorErlangga Djumena

BATAM. KOMPAS.com - Kapolda Kepulauan Riau Brigjen Pol Sam Budigusdian menyatakan, akan terus meningkatkan pengamanan wilayah perairan Kabupaten Natuna dari pencurian ikan oleh nelayan asing demi kedaulatan NKRI.

"Untuk mengamankan NKRI dan upaya menangani pencurian ikan, Mabes Polri menempatkan KP (Kapal Patroli)  Baladewa yang cukup besar di Natuna. Bersama instansi lain kami akan menjaga keutuhan wilayah Indonesia," kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, usai acara Nuzulul Quran di Masjid Al Halim Polda Kepri, Batam, Selasa (21/6/2016).

Ia mengatakan, kondisi di perairan Natuna oleh China masih dianggap bagian dari lautan mereka tentu membutuhkan perhatian semua pihak, baik Polri, TNI, KKP, Bakamla, dan instransi terkit lain.

"Presiden sudah memerintahkan untuk mempertahankan kedaulatan karena wilayah Natuna masih dianggap lautan Tiongkok. Artinya semua pihak terkait ambil bagian sesuai tupoksi masing-masing," kata dia lagi.

Karena itu, dia menegaskan pihaknya sekuat tenaga bersama komponen lain berupaya mempertahankan NKRI ini dari segala bentuk ancaman.

"Kami juga sudah membimbing nelayan kita untuk melaut dengan tenang. Saya kira semua cara harus dilakukan untuk melindungi nelayan kita," kata Sam.

Kasus pencurian ikan oleh nelayan-nelayan asing di Natuna, kata dia, Polda Kepri tidak akan mentolerir dan akan menangkap pelakunya.

"Kemarin kapal Polri menangkap empat kapal nelayan Vietnam yang tengah mencuri ikan. Saat ini sedang diproses. Kami akan berantas kegiatan pencurian ikan di sana," kata dia.

Akhir-akhir ini kapal nelayan China yang dikawal kapal penjaga pantai mereka masuk ke wilayah Indonesia di kawasan Natuna Provinsi Kepri.

Kapal TNI AL sempat menghalau kapal-kapal tersebut agar tidak masuk wilayah Indonesia khususnya perairan Kabupaten Natuna.

 



Sumber ANTARA
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tambah 4 Perjalanan, KA Argo Parahyangan Bandung-Jakarta Kembali Beroperasi, Cek Jadwalnya

Tambah 4 Perjalanan, KA Argo Parahyangan Bandung-Jakarta Kembali Beroperasi, Cek Jadwalnya

Regional
Duduk Perkara Youtuber Edo Putra, Berawal dari Konten Berita Beralih ke Prank Sampah

Duduk Perkara Youtuber Edo Putra, Berawal dari Konten Berita Beralih ke Prank Sampah

Regional
Kisah Cadas Pangeran, Jalan Legendaris yang Menelan Korban Ribuan Jiwa

Kisah Cadas Pangeran, Jalan Legendaris yang Menelan Korban Ribuan Jiwa

Regional
Ikan-ikan Mati di Sungai Citarum, Ini Dugaan Penyebabnya

Ikan-ikan Mati di Sungai Citarum, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Tenaga Medis RSUD Wonogiri Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 60 Orang

Tenaga Medis RSUD Wonogiri Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 60 Orang

Regional
Guru SMP di Jatim Meninggal Positif Covid-19, 67 Pegawai Rapid Test, Ini Hasilnya

Guru SMP di Jatim Meninggal Positif Covid-19, 67 Pegawai Rapid Test, Ini Hasilnya

Regional
RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

Regional
Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Regional
Positif Corona, Gubernur Kepri Isdianto Minta Maaf

Positif Corona, Gubernur Kepri Isdianto Minta Maaf

Regional
Menghilang, Bos Arisan yang Tipu Ratusan Anggotanya Diminta Kooperatif

Menghilang, Bos Arisan yang Tipu Ratusan Anggotanya Diminta Kooperatif

Regional
15 Tahun Aisyah Terbaring di Kasur, Ibu: Saya Ingin Anak Saya Bisa Bicara dan Berjalan Seperti Lainnya

15 Tahun Aisyah Terbaring di Kasur, Ibu: Saya Ingin Anak Saya Bisa Bicara dan Berjalan Seperti Lainnya

Regional
Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Regional
'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

"Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X