Longsor Purworejo, Korban Ditemukan Terbenam Lumpur Setengah Dada

Kompas.com - 20/06/2016, 10:35 WIB
Gambar lokasi longsor didesa Desa Donoranti, Kecamatan Purworejo, Kabupaten   Purworejo, Minggu (19/6/2016). Hingga pukul 18.00 jumlah korban dinyatakan mencapai 14 orang, 3   di antaranya sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan 11 masih dalam pencarian. dok.basarnasGambar lokasi longsor didesa Desa Donoranti, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Minggu (19/6/2016). Hingga pukul 18.00 jumlah korban dinyatakan mencapai 14 orang, 3 di antaranya sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan 11 masih dalam pencarian.
EditorErlangga Djumena

PURWOREJO, KOMPAS.com - Raut kesedihan tampak terlihat di wajah Miftahul Fauzin, anak pertama Muhtarom, salah satu korban longsor di Dusun Caok Kulon, Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.

Warga menemukan Muhtarom yang merintih kesakitan terbenam lumpur setengah dada.

“Kami langsung menolong Pak Muh dan dibawa ke rumah sakit. Badannya tertimpa kayu-kayu. Istri Pak Muh, Muksodah (40) dan anak kedua, Aditya Mujahid (23) hilang belum ditemukan,” ujar Suparlan, tetangga Muhtarom, Minggu (19/06/2016).

Fauzin mengaku tidak punya firasat longsor mengubur ibu dan adiknya. Usai berbuka puasa di rumah, Fauzin pergi ke rumah kakeknya, Ahmal. Lalu pergi ke masjid untuk shalat tarawih.

“Saya tahu ada longsor waktu Pak Parlan teriak-teriak longsor. Saya langsung lari ke lokasi dan saya menemukan Bapak minta tolong. Tulang tangan dan pinggang Bapak retak. Saya cuma berharap ibu dan adik saya segera ditemukan,” ujarnya.

Hujan deras Sabtu sore juga menyebabkan sungai Bogowonto meluap dan membanjiri sejumlah wilayah di Purworejo di antaranya Kecamatan Purwodadi, Bayan, dan Bagelen. Sebanyak 165 rumah di Desa Dadirejo Bagelen terendam banjir, begitu juga warga Purwodadi rumahnya terendam banjir yang membawa lumpur.

Kasubsi Operasi Kantor SAR Yogyakarta, Asbani mengatakan ketinggian banjir antara 1,5 meter - 2 meter. Sebanyak tiga warga tewas terseret arus banjir akibat memaksakan diri menerabas derasnya arus.

“Suami istri naik motor terseret arus di Mranti, sedangkan seorang pengemudi terseret arus di wilayah Bagelen. Sebenarnya warga sudah mengingatkan tapi tetap memaksa. Akhirnya terseret arus,” ujarnya. (Galih Permadi)

Kompas TV Titik Bencana Alam Jawa Tengah



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Regional
Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Regional
Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Regional
Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Regional
Disebut Covid-19 Usai 'Rapid Test', Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Disebut Covid-19 Usai "Rapid Test", Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Regional
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Regional
Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Regional
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Regional
Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Regional
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Regional
Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X