Longsor di Purworejo, 22 Orang Ditemukan Tewas

Kompas.com - 19/06/2016, 21:37 WIB
Gambar lokasi longsor didesa Desa Donoranti, Kecamatan Purworejo, Kabupaten   Purworejo, Minggu (19/6/2016). Hingga pukul 18.00 jumlah korban dinyatakan mencapai 14 orang, 3   di antaranya sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan 11 masih dalam pencarian. dok.basarnasGambar lokasi longsor didesa Desa Donoranti, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Minggu (19/6/2016). Hingga pukul 18.00 jumlah korban dinyatakan mencapai 14 orang, 3 di antaranya sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan 11 masih dalam pencarian.
|
EditorIndra Akuntono


SEMARANG, KOMPAS.com - Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono dalam rilisnya, Minggu (19/6/2016), menyatakan korban tanah longsor di Purworejo bertambah. Berdasarkan data di lapangan tercatat korban mencapai 47 orang, dengan rincian 22 meningal dunia, 5 selamat dan 20 masih dalam pencarian.

Banyaknya korban, kata Agus, disebabkan adanya longsoran susulan.

"Jadi ada korban yang saat sedang membantu pembersihan sisa longsor pertama di desa Caok tiba-tiba tersapu longsor. Juga ada beberapa pengendara motor yang tersapu longsor saat menunggu pembersihan," kata Agus, dalam rilisnya, Minggu malam.

Menurut Agus, saat ini tim masih kesulitan mencapai desa Donorati, Kecamatan Purworejo karena akses jalan terhalang oleh longsor di dusun Caok, Desa Karangrejo, Kecamaran Loano. Di desa Donorati diperkirakan ada 16 korban jiwa, 2 ditemukan selamat dan 14 korban masih dalam pencarian.

Sedangkan di dusun Caok, terdapat 15 korban jiwa, 9 meninggal dunia dan 6 lainnya belum ditemukan.

"Jadi untuk mencapai desa Donorati yang berjarak sekira 3 kilometer kami harus membuka akses di Caok dan mengevakuasi warga yang tertimbun Di Caok," ucapnya.

Sementara itu perkembangan dari lokasi longsor di Dukuh Semampir, Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, pencarian regu penyelamat telah membuahkan hasil.

Dua dari enam korban yang tertimbun longsor, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim gabungan. Kedua korban tewas adalah Satimun (40) dan Poniyem (50).

Satimun ditemukan sekitar pukul 15.30 tidak jauh dari rumah korban. Sedangkan upaya evakuasi terhadap Poniyem membutuhkan waktu cukup lama karena tungkai korban terjepit reruntuhan bangunan.

"Berarti masih ada empat korban dalam pencarian, atas nama Sari (35), San Rustin (55), Marsiyem (50) dan Sutiyem (25)," kata Agus.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X