Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka Suap, Warga Medan Luapkan Kekesalan

Kompas.com - 17/06/2016, 16:34 WIB
Ilustrasi KOMPAS/JITETIlustrasi
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

MEDAN, KOMPAS.com - Warga Kota Medan, Sumatera Utara, merasa kecewa dan kesal kepada tujuh anggota DPRD Sumut, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam sejumlah kasus dugaan suap.

Kasus-kasus itu juga melibatkan mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, yang telah divonis atas kasus tersebut.

(Baca KPK Tetapkan 7 Anggota DPRD Sumut Sebagai Tersangka Suap)

Ketujuh anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 itu adalah Muhammad Affan, Budiman Nadapdap, Guntur Manurung, Zulkifli Efendi Siregar, Bustami, Zulkifli Husein, dan Parluhutan Siregar.


Seorang warga bernama Ian (39) berharap ini segera terungkap. Ayah dua anak itu berharap para saksi pada kasus ini mengungkapkan informasi yang sebenar-benarnya.

"Mulai minggu depan saksi-saksi diperiksa. Semoga mereka tidak berbohong memberikan keterangannya karena bagi yang sedang berpuasa, tentu haram memberikan keterangan palsu," kata warga Perumnas Mandala Medan tersebut, Jumat (17/6/2016).

Ayub (45), warga Denai, Kota Medan, justru heran karena jumlah DPRD yang terjerat dalam kasus ini hanya tujuh orang. Ia menyangsikan hal itu karena proses pengambilan keputusan di DPRD semestinya melibatkan seluruh anggota.

"Masa dari 89 orang (anggota DPRD), cuma tujuh yang kena? Atau nanti ada penambahan tersangka lagi? Semogalah cepat, uang rakyat itu semua yang mereka makan," kata Ayub.

Tanggapan miring disampaikan oleh Norma boru Hutasuhut. Ia kesal karena selama ini anggota DPRD tidak pernah memperlihatkan hasil kerja yang bisa dibanggakan. Sebaliknya, wakil rakyat itu justru menggerogoti uang negara.

"Perampoknya orang itu semua. Habis uang rakyat dimakanin, tapi rakyat juga bodoh, mau saja milih mereka," kata ibu yang sehari-hari berjualan sembako di pusat pasar Medan tersebut.

Penyidik KPK menyangka mereka menerima hadiah atau janji dari Gatot. Mereka menyetujui laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2012, menyetujui perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut tahun 2013, mengesahkan APBD Sumut tahun 2014 dan 2015, menyetujui laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2014, dan menolak penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Sumut pada 2015.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Regional
Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Regional
200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

Regional
Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Regional
Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata 'Ambon' dan 'Maluku'', Diduga dari Koran yang Menempel

Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata "Ambon" dan "Maluku"", Diduga dari Koran yang Menempel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X