Muatan Kapal Lebihi Kapasitas, Ratusan Penumpang di Makassar Terpaksa Diturunkan - Kompas.com

Muatan Kapal Lebihi Kapasitas, Ratusan Penumpang di Makassar Terpaksa Diturunkan

Kompas.com - 16/06/2016, 18:28 WIB
Kontributor Makassar, Hendra Cipto Ratusan penumpang KM Tilongkabila yang diturunkan paksa menunggu kapal selanjutnya untuk diberlayarkan ke Pelabuhan Labuangbajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ratusan penumpang tersebut kini menunggu di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Kamis (16/6/2016).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Akibat penumpang melebihi kapasitas, KM Tilongkabila tertahan di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Kamis (16/6/2016). Ratusan penumpang tujuan Nusa Tenggara Timur (NTT) itu pun terpaksa diturunkan.

Kapasitas KM Tilongkabila mampu menampung 1.600 penumpang, sementara penumpang yang akan menumpangi kapal mencapai 2.500 penumpang.  Kapal akhirnya tertahan akibat penumpang yang tetap ingin diberangkatkan, sementara pihak Syahbandar Pelabuhan Soekarno Hatta menolak mengeluarkan izin pelayaran.

Kapal baru bisa diberangkatkan setelah sebagian penumpang bersedia turun dari kapal dan menunggu pemberangkatan selanjutnya ke Pelabuhan Labuanbajo, NTT.

Direktur Operasi PT Pelni, Daniel E Bangonan yang ditemui di Pelabuhan Soekarno Hatta mengatakan, seharusnya KM Tilongkabila berangkat ke Pelabuhan Labuanbajo, Rabu (15/6/2016) sekitar pukul 11.00 Wita. Namun kapal baru bisa berangkat, Kamis (16/6/2016) sekitar pukul 14.30 Wita.

"Kapal tidak diberi izin oleh syahbandar, karena over kapasitas. Setelah ratusan penumpang diturunkan, barulah KM Tilongkabila diberangkatkan. Untuk sementara, ratusan penumpang terpaksa menunggu di kapal dari Bau-bau yang akan mengangkut mereka," katanya.

Mengenai kelebijan kapasitas itu, Daniel menyebutkan adanya dugaan tiket ilegal. "Kasus ini pun kita sudah laporkan ke Polresta KPPP Pelabuhan untuk pengusutan lebih lanjut," tuturnya.

Vera, salah satu penumpang KM Tilongkabila yang menunggu di Pelabuhan Soekarno Hatta mengaku rela menunggu pelayaran selanjutnya ke Pelabuhan Labuangbajo.

"Tidak apa-apa kami turun dan menunggu kapal selanjutnya untuk diberlayarkan ke NTT. Dari pada overkapasitas, nanti ada terjadi ditengah perjalanan. Lebih baik cari amannya. Biar lambat asal selamat," tuturnya.


EditorErlangga Djumena

Close Ads X