332 Satwa Liar Diselamatkan Petugas LHK, Pemiliknya Kabur

Kompas.com - 14/06/2016, 11:41 WIB
Petugas Gakum LHK menunjukkan satu ekor burung Beo yang mereka sita dari sebuah ruko di Kabupaten Asahan, Selasa (14/6/2016) KOMPAS.com/Mei LeandhaPetugas Gakum LHK menunjukkan satu ekor burung Beo yang mereka sita dari sebuah ruko di Kabupaten Asahan, Selasa (14/6/2016)
|
EditorSabrina Asril

MEDAN, KOMPAS.com — Satu rumah toko dan gudang di Jalan Kartini Nomor 53 dan 54, Lingkungan 4, Kelurahan Kisaran Baru, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, digerebek petugas dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakum LHK) Wilayah Sumatera dan Direskrimsus Polda Sumut.

Hasilnya, ditemukan 332 ekor satwa liar, di antaranya burung jalak, beo, nuri, dan kacer. Namun, hanya 27 ekor yang disita, yaitu 25 ekor burung beo dan 2 ekor burung nuri. Selebihnya, masih berada di lokasi dengan penjagaan pihak Polda Sumut, Polres Kisaran, dan Gakum LHK Wilayah Sumatera.

Kepala Balai Gakum LHK Wilayah Sumatera Halasan Tulus mengatakan, penggerebekan bermula saat pihaknya mendapat informasi ada tindak pidana bidang kehutanan. Setelah berkoordinasi dengan Polda Sumut dan Polres Kisaran, mereka bergerak menuju lokasi.

"Sebenarnya bukan cuma kasus tumbuhan dan satwa liar (TSL), tetapi ada kasus lain. Kasus ini ikutan saja. Proses yang kita lakukan sesuai UU RI Nomor 5/90 Pasal 21," kata Tulus, Selasa (14/6/2016).

Sayangnya, informasi penggerebekan bocor sehingga pemilik ratusan ekor satwa tersebut sudah melarikan diri. Meski demikian, Tulus mengungkapkan identitas pelaku sudah diketahui.

"Inisialnya R, nanti kami DPO-kan. Pasti kami kejar. Saat ini, petugas kami menjaga di lokasi dan akan berkoordinasi dengan BBKSDA Sumut untuk identifikasi. Ini beo Nias atau bukan," kata Tulus.

Puluhan burung sitaan itu untuk sementara akan dititipkan di Markas Satuan Polisi Reaksi Cepat Brigade Macan Tutul Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara selama proses hukum berlangsung.

Setelah itu, burung-burung tersebut akan dilepasliarkan ke habitatnya atau dititipkan ke lembaga konservasi.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Corona, Setiap Pelanggar Akan Ditindak

Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Corona, Setiap Pelanggar Akan Ditindak

Regional
Kisah Perawat Positif Covid-19, Sering Ditanya Anak Balitanya 'Kapan Pulang' hingga Berjuang Sembuh

Kisah Perawat Positif Covid-19, Sering Ditanya Anak Balitanya 'Kapan Pulang' hingga Berjuang Sembuh

Regional
Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Regional
UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Regional
Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Regional
Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Regional
Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Regional
Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X