Lagi, Hakim Bebaskan Terdakwa Pembakar Lahan

Kompas.com - 10/06/2016, 10:16 WIB
Ilustrasi kebakaran ShutterstockIlustrasi kebakaran
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

PANGKALAN KERINCI, KOMPAS.com – Negara Republik Indonesia yang diwakili oleh jaksa Kejaksaan Negeri Pelalawan gagal menghukum PT Langgam Inti Hibrindo, grup Provident Agro dengan tuduhan kejahatan lingkungan dalam kasus kebakaran lahan seluas 533 hektar.

Pada persidangan di Pengadilan Negeri Pelalawan, Pangkalan Kerinci, Riau, yang berlangsung sejak Kamis (9/6/2016) siang sampai malam, majelis hakim memutuskan Manajer Operasional PT LIH Frans Katihokang (48) selaku penanggung jawab perusahaan tidak terbukti melakukan tindak pidana yang dituduhkan jaksa.

Ketua Majelis Hakim PN Pelalawan I Dewa Gede Budhi Dharma dan hakim anggota Weni Warlia mengatakan, Frans tidak terbukti secara sengaja membakar lahan sebagaimana Pasal 98 juncto Pasal 116 ayat (1) huruf b Undang-Undang 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Hakim juga menganggap terdakwa tidak terbukti lalai sehingga terjadi kebakaran sebagaimana dakwaan Pasal 99 ayat (1) UU 32/2009 atau membuka/mengolah lahan dengan cara membakar seperti Pasal 108 juncto Pasal 56 ayat (1) UU No 39/2014 tentang Perkebunan.

Hakim anggota Ayu Amelia menyampaikan perbedaan pendapat (dissenting opinion). Ia menyebut bahwa PT LIH bersalah atas kelalaian sehingga kebakaran meluas dan merusak lingkungan hidup.

Putusan hakim mengenyampingkan keterangan saksi ahli yang disodorkan jaksa, yaitu Guru Besar Institut Pertanian Bogor Bambang Hero Sahardjo. Bambang menyatakan bahwa kebakaran dilakukan dengan sengaja.

Hakim lebih percaya pada keterangan saksi-saksi bahwa kebakaran di areal PT PLIH bermula dari lahan kosong di sebelahnya yang merambat ke blok (OL) V afdeling Kebun Gondai.

Keterangan saksi Slamet Riyadi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Riau, yang mengatakan adanya titik panas di areal PT LIH sesuai pantauan Satelit Modis (Aqua Terrra) pada 27 Juli 2015, tidak dapat membuktikan bahwa kebakaran berasal dari areal PT LIH.

Hakim juga mengesampingkan keterangan saksi ahli dosen IPB, Basuki Wasis, yang menyatakan kebakaran menyebabkan kerusakan kimia, biologi (flora dan fauna ) serta fisika tanah. Penurunan permukaan gambut (subsidensi) sedalam 30 cm di areal terbakar adalah kerusakan fisik yang sangat nyata terlihat di lapangan.

Hakim memercayai keterangan saksi ahli yang disodorkan perusahaan, yaitu dosen IPB, Basuki Sumawinata, yang mengatakan kebakaran di lahan PT LIH tidak memusnahkan jasad renik 100 persen. Setelah kebakaran masih banyak flora dan fauna di lahan eks terbakar.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyamar Jualan Sayur di Pasar, Bupati: Jangan Beli Dagangan Pedagang yang Tak Pakai Masker

Menyamar Jualan Sayur di Pasar, Bupati: Jangan Beli Dagangan Pedagang yang Tak Pakai Masker

Regional
Soal Injil Bahasa Minang di Play Store, Gubernur Sumbar: Ini Bukan Masalah Intoleran

Soal Injil Bahasa Minang di Play Store, Gubernur Sumbar: Ini Bukan Masalah Intoleran

Regional
TNI AD Minta Teknisi Rusia Teliti Penyebab Helikopter Jatuh di Kendal

TNI AD Minta Teknisi Rusia Teliti Penyebab Helikopter Jatuh di Kendal

Regional
Gugur Dalam Kecelakaan Helikopter, Keluarga Kenang Perjuangan Kapten Fredy untuk Jadi Tentara

Gugur Dalam Kecelakaan Helikopter, Keluarga Kenang Perjuangan Kapten Fredy untuk Jadi Tentara

Regional
Anak Gadisnya Tewas Bunuh Diri, Penjual Bakso Hampir Akhiri Hidup dengan Pisau

Anak Gadisnya Tewas Bunuh Diri, Penjual Bakso Hampir Akhiri Hidup dengan Pisau

Regional
Sebelum Tumbang di Tangan Algojo Cambuk, Pria Ini Ditangkap Berzina di Bengkel

Sebelum Tumbang di Tangan Algojo Cambuk, Pria Ini Ditangkap Berzina di Bengkel

Regional
Direstui Presiden, Gedung RSUD Soekarno yang Mangkrak 9 Tahun Dibangun Kembali

Direstui Presiden, Gedung RSUD Soekarno yang Mangkrak 9 Tahun Dibangun Kembali

Regional
Kronologi Kakak Dibakar Adik gara-gara Tak Beri Uang, Disiram Bensin Saat Rebahan di Sofa

Kronologi Kakak Dibakar Adik gara-gara Tak Beri Uang, Disiram Bensin Saat Rebahan di Sofa

Regional
Angka Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Masa Transisi di Malang Raya Diperpanjang

Angka Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Masa Transisi di Malang Raya Diperpanjang

Regional
Hendak Bepergian dengan Pesawat, Keluarga Gubernur Babel Tes Swab, Anak Bungsu Positif Corona

Hendak Bepergian dengan Pesawat, Keluarga Gubernur Babel Tes Swab, Anak Bungsu Positif Corona

Regional
Siswi SMK di Gresik Tewas Gantung Diri, Polisi: Berencana Nikah Usai Lebaran

Siswi SMK di Gresik Tewas Gantung Diri, Polisi: Berencana Nikah Usai Lebaran

Regional
Warga yang Bawa Kabur 'Cool Box' Sampel Swab Ditangkap, Polisi: Dia Pikir Milik Jenazah PDP

Warga yang Bawa Kabur "Cool Box" Sampel Swab Ditangkap, Polisi: Dia Pikir Milik Jenazah PDP

Regional
Viral Status Teman Tuli Saat Tarik Tabungan di Bank: Teler Berbicara Satpam Menuliskannya Untukku

Viral Status Teman Tuli Saat Tarik Tabungan di Bank: Teler Berbicara Satpam Menuliskannya Untukku

Regional
 Detik-detik Adik Bakar Kakak Kandung karena Tak Diberi Uang

Detik-detik Adik Bakar Kakak Kandung karena Tak Diberi Uang

Regional
Balikpapan Dibebani Kasus Impor Covid-19 dari Jawa dan Sulawesi

Balikpapan Dibebani Kasus Impor Covid-19 dari Jawa dan Sulawesi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X