Sekolah Terapung Sudah Reyot, Anak-anak Suku Bajo Tetap Semangat Belajar

Kompas.com - 06/06/2016, 16:46 WIB
Adi (22) yang menggunakan baju sederhana hanyalah seorang guru tamatan SMA . Ia sudah dua tahun mengajar di SDN 1 Balimu, sekolah perkampungan Suku Bajo, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKEAdi (22) yang menggunakan baju sederhana hanyalah seorang guru tamatan SMA . Ia sudah dua tahun mengajar di SDN 1 Balimu, sekolah perkampungan Suku Bajo, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara
|
EditorErlangga Djumena

BUTON, KOMPAS.com – Puluhan anak-anak perkampungan Suku Bajo, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, tetap bersemangat datang ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Balimu. Padahal dinding sekolah yang terbuat dari anyaman bambu dan papan kayu ini sudah reyot dan mulai bolong-bolong.

Sekolah SDN 1 Balimu ini dibangun atas swadaya masyarakat perkampungan Suku Bajo.

Seorang warga perkampungan Suku Bajo, Hadi (36), mengatakan, di perkampungan tersebut belum mempunyai sekolah dasar, sehingga masyarakat membangunnya di atas air laut.

“Ada sekolah yang permanen tapi jaraknya cukup jauh. Anak-anak di kampung sini susah untuk pergi sekolah disana.Makanya ini sekolah dibangun atas swadaya masyarakat,” kata Hadi, Senin (6/6/2016).


Sekolah ini dibangun dengan model rumah panggung yang beralaskan papan kayu. Sekolah SDN 1 Balimu ini terbagi dalam dua kelas saja dengan meja dan kursi seadanya.

Selain itu, guru yang mengajar cukup memprihatinkan yakni hanya dua orang saja, salah seorang gurunya dengan pendidikan terakhir ijazah SMA saja.

“Saya sudah dua tahun mengajar di sekolah ini. Tidak ada yang mau mengajar disini. Yang guru satunya adalah kepala sekolah, dia pendidikannya sarjana pendidikan,” ucap seorang guru, Adi (22).

Mata pelajaran yang ia ajarkan kepada anak Suku Bajo yakni, Matematika, Bahasa Indonesia, dan olah raga.

Menurut dia, kepala desa memintanya untuk mengajar di SDN Balimu dengan gaji Rp 300.000 per bulannya.

“Saya hanya tamatan SMA saja, saya mau mengajar disini karena siswa disini anak-anak Suku Bajo semua. Walaupun tidak ada gajinya, saya tetap mengajar agar mereka tidak dibodohi orang-orang,” tuturnya.

Seorang siswa SDN 1 Balimu, Agus (7), mengaku sangat senang dengan sekolahnya, karena selain jaraknya dekat dengan rumah, juga bisa semua teman-temannya satu kampung dengannya.

“Saya suka sekolah disini. Kalau sudah besar saya ingin menjadi guru,” ucapnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Regional
Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Regional
200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

Regional
Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X