Dua Sopir Truk Bubarkan Aksi Demo Mahasiswa dengan Golok

Kompas.com - 03/06/2016, 21:08 WIB
Dua supir truk tengah mengacungkan golok sambil membubarkan unjukrasa mahasiswa yang menggelar unjukrasa di depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Jalan Yasin Limpo, Kelurahan Samata, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Jumat, (03/06/2016). KOMPAS.com / ABDUL HAQDua supir truk tengah mengacungkan golok sambil membubarkan unjukrasa mahasiswa yang menggelar unjukrasa di depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Jalan Yasin Limpo, Kelurahan Samata, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Jumat, (03/06/2016).
|
EditorFarid Assifa

GOWA, KOMPAS.com — Tidak terima truknya disandera dan dijadikan panggung orasi, dua sopir truk di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, nekat membubarkan unjuk rasa puluhan mahasiswa dengan menghunus golok, Jumat (3/6/2016).

Aksi nekat dua sopir truk ini membuat mahasiswa tunggang langgang dan masuk kampus. Sementara itu, arus lalu lintas yang sempat macet menjadi normal kembali.

Unjuk rasa puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, di depan kampus mereka, Jalan Yasin Limpo, Kelurahan Samata, Kecamatan Somabopu, digelar sekitar pukul 14.00 Wita dengan cara memblokade jalan raya menggunakan sejumlah truk yang sekaligus dijadikan panggung orasi.

Sambil membentangkan spanduk, mahasiswa menuntut agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa segera membekukan trayek truk pada siang hari lantaran dianggap menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas.

Sebelumnya, seorang mahasiswa bernama Muhammad Haris tewas tergilas truk saat pulang kuliah. Lokasinya berjarak 700 meter dari kampus UIN Alauddin, Makassar.

"Sudah banyak korban jiwa akibat ditabrak truk, dan memang selayaknya truk hanya bisa beroperasi pada malam hari karena aktivias lalu lintas tidak terlalu padat," kata Yuda, salah seorang mahasiswa.

Akibat unjuk rasa ini, arus lalu lintas menjadi macet. Sejumlah sopir truk yang terjebak macet mencoba bernegosiasi dengan mahasiswa, tetapi malah berujung adu mulut.

Sejumlah sopir truk yang geram akhirnya mengamuk dengan menghunus golok sambil berlari ke arah kerumunan mahasiswa yang menggelar unjuk rasa. Merasa terancam, puluhan mahasiswa pun kabur masuk ke kampusnya.

Beruntung, aksi nekat para sopir truk ini segera ditenangkan oleh aparat kepolisian yang melakukan pengamanan.

"Kurang ajar memang itu mahasiswa. Kalau mau demo, silakan demo, tetapi jangan bikin susah kami," teriak salah seorang sopir sambil mengacungkan golok.

Setelah para sopir truk meninggalkan lokasi, aktivitas lalu lintas kembali normal.

Dalam peristiwa ini, pihak kepolisian tidak melakukan penahanan, baik terhadap mahasiswa maupun sopir truk.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kristen Gray dan Pasangannya Dideportasi, Jalani Tes Swab Sebelum Dipulangkan ke AS

Kristen Gray dan Pasangannya Dideportasi, Jalani Tes Swab Sebelum Dipulangkan ke AS

Regional
4 Remaja Tipu Warga, Modus Minta Sumbangan Korban Gempa, Uangnya untuk Beli Minuman Keras

4 Remaja Tipu Warga, Modus Minta Sumbangan Korban Gempa, Uangnya untuk Beli Minuman Keras

Regional
Fakta Video Tiktok Perempuan Berdaster Pamer Celana Dalam di Tugu Pangkalpinang, Polisi Tangkap 3 Waria

Fakta Video Tiktok Perempuan Berdaster Pamer Celana Dalam di Tugu Pangkalpinang, Polisi Tangkap 3 Waria

Regional
Pelihara 15 Ekor Kasturi Tanpa Izin, Pemuda Asal Mempawah Kalbar Ditangkap Polisi

Pelihara 15 Ekor Kasturi Tanpa Izin, Pemuda Asal Mempawah Kalbar Ditangkap Polisi

Regional
2 Bocah Berusia 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan

2 Bocah Berusia 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan

Regional
Wali Kota Sutiaji Sebut Puluhan Warga Malang Terinfeksi Covid-19 akibat Libur Akhir Tahun

Wali Kota Sutiaji Sebut Puluhan Warga Malang Terinfeksi Covid-19 akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Ruang Publik dan Tempat Wisata di Wonogiri Tutup Selama Zona Merah

Ruang Publik dan Tempat Wisata di Wonogiri Tutup Selama Zona Merah

Regional
Jalan Trans Flores Tertutup Material Longsor, Akses Transportasi Lumpuh 5 Jam

Jalan Trans Flores Tertutup Material Longsor, Akses Transportasi Lumpuh 5 Jam

Regional
14 Daerah di Jabar Masuk Kategori Bencana Tinggi, BPBD Ingatkan Ini

14 Daerah di Jabar Masuk Kategori Bencana Tinggi, BPBD Ingatkan Ini

Regional
KPU Cianjur Tunda Pleno Penetapan Bupati Terpilih, Ini Sebabnya

KPU Cianjur Tunda Pleno Penetapan Bupati Terpilih, Ini Sebabnya

Regional
Tak Mau Gaji Dipangkas 70 Persen, Puluhan Aparatur Desa Demo Depan Kantor Bupati Aceh Utara

Tak Mau Gaji Dipangkas 70 Persen, Puluhan Aparatur Desa Demo Depan Kantor Bupati Aceh Utara

Regional
Bule Slovakia Tewas di Bali dengan Luka Tusuk di Leher, Diduga Dibunuh

Bule Slovakia Tewas di Bali dengan Luka Tusuk di Leher, Diduga Dibunuh

Regional
Ridwan Kamil Tegur Sekda dan Bupati Tasikmalaya: Turun ke Lapangan Beri Semangat, Bukan Hanya Rapat....

Ridwan Kamil Tegur Sekda dan Bupati Tasikmalaya: Turun ke Lapangan Beri Semangat, Bukan Hanya Rapat....

Regional
Kebingungan Kakek Koswara Digugat Anak Kandung Rp 3 Miliar: Uang dari Mana?

Kebingungan Kakek Koswara Digugat Anak Kandung Rp 3 Miliar: Uang dari Mana?

Regional
Roland Sumarna, Korban Longsor di Kota Malang Ditemukan Tewas 30 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Roland Sumarna, Korban Longsor di Kota Malang Ditemukan Tewas 30 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X