Polisi Bandung Ringkus Pengoplos Daging Babi dengan Daging Sapi

Kompas.com - 03/06/2016, 15:22 WIB
ILUSTRASI SHUTTERSTOCKILUSTRASI
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Dua sindikat pengoplos daging sapi dengan daging babi diamankan polisi. Mereka adalah DA (46) dan AK (33).

DA yang merupakan warga The Emerald Residence 1 Kav 52 09/10, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupatén Bandung, ini berperan sebagai pembeli dan pemilik jongko di pasar.

Sedangkan AK, warga Haruman Sari Rt 02 Rw 07, Bandung, merupakan pekerja di jongko milik DA.

"Benar telah diamankan 2 orang yang telah menjalankan praktik pengoplosan daging babi dengan sapi hampir satu tahun," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus di Bandung, Jumat (3/6/2016).

Yusri menjelaskan, dari keterangan saksi, Destaria Sianturi, daging babi dijual kepada tersangka Rp 35.000 per kilogram. Oleh tersangka, daging tersebut dicampur daging sapi dengan komposisi 50:50.

"Daging campuran itu dijual seharga sapi normal Rp 85. 000 per kilogram. Sedangkan harga daging sapi normal saat ini mencapai Rp 105.000 per kilogram," jelas Yusril.

Dari keterangan tersangka, lanjut Yusril, untuk mengelabui para konsumen, daging yang telah dioplos itu dinamakan daging impor atau daging dari Kupang. Konsumen yang membeli daging ini bermacam-macam, mulai dari pedagang baso, katering, dan konsumen di pasar yang memang berniat membeli daging sapi.

"Barang bukti yang diamankan, 200 kilogram daging babi yang terbagi menjadi 4 karung ukuran 50 kilogram per karung, " ucapnya.

Barang bukti lainnya, satu unit kendaraan Innova Silver, lima ponsel berbagai merk, serta beberapa bon bukti pembelian daging.

Tersangka akan dikenakan pasal 26 ayat (1) jo pasal 7 dan pasal 8 ayat (1) huruf a UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Lalu subsider Pasal 136 huruf b jo pasal 75 ayat (1) UU RI No 18 Tahun 2012 tentang Pangan, serta subsidi Pasal 31 ayat (1) UU RI No.16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

"Ancaman pidana paling lama lima tahun penjara," tuturnya.

Yusri menjelaskan, Reskrim Polres Bandung dan tim DF Polda Jabar melakukan beberapa tindakan, yakni mengamankan barang bukti, memeriksa saksi-saksi, cek laboratorium sampel daging yang diamankan serta pengembangan asal muasal bahan baku tersebut.

"Kami terus melakukan pengembangan termasuk beberapa katering, pedagang bakso dan hal-hal lain yang diduga menggunakan daging oplosan," tutupnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Regional
Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Regional
Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Regional
Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Regional
Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Regional
Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Regional
Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Regional
Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X