Gubernur Soekarwo: LSM Asing Jangan Ikut Atur Tembakau Jatim

Kompas.com - 02/06/2016, 18:57 WIB
Ilustrasi: Petani tembakau di Desa Pekauman Kecamatan Grujugan Bondowoso, Jawa Timur KOMPAS.com/ Ahmad WinarnoIlustrasi: Petani tembakau di Desa Pekauman Kecamatan Grujugan Bondowoso, Jawa Timur
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Timur Soekarwo geram saat dimintai komentar soal Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau konvensi kerangka kerja pengendalian tembakau. Dia meminta lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing tidak ikut campur urusan tembakau di Jawa Timur.

"Tembakau itu kehidupannya orang Jawa Timur, kenapa harus diatur-atur LSM asing? Silakan mereka mengurus rumah tangganya sendiri," kata Soekarwo, Kamis (2/6/2016).

Soekarwo menyebut, sejumlah LSM asing turut mendesak Pemerintah RI untuk meratifikasi FCTC karena, di Asia, hanya Indonesia yang belum meratifikasi FCTC.

Penolakan tersebut dinilai wajar karena 27 persen hasil kebun di Jawa Timur adalah tembakau.

Secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno, mengatakan, jika Indonesia meratifikasi FCTC, maka kesejahteraan sekitar 2 juta petani dan pekerja tembakau di seluruh Indonesia terancam. 

"Hingga saat ini, tidak ada komoditas lain yang keuntungannya dapat melebihi tembakau, dan umumnya hanya tembakau yang dapat tumbuh di tanah yang kering semasa musim kemarau," ujar Soeseno.

Hingga saat ini, sudah 180 negara yang meratifikasi FCTC. Tinggal 7 negara besar, termasuk Indonesia, yang belum meratifikasi FCTC.

FCTC diluncurkan pada tahun 2005 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai agenda global pengendalian produk tembakau. Di dalamnya terdapat peraturan-peraturan terkait batas usia minimum, iklan, kegiatan sponsor dan promosi, bahan kandungan, pembatasan merokok di tempat umum, serta peringatan kesehatan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Regional
Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Regional
Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Regional
Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X