Warga Mengeluh, Ada Pedagang Borong Sembako di Pasar Murah Ramadhan

Kompas.com - 01/06/2016, 14:32 WIB
Ratusan ibu berdesak-desakan untuk mendapatkan gula pasir yang dijual dengan harga murah dalam pasar murah yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku di kawasan Lapangan Merdeka Ambon, Selasa (31/5/2016). KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYRatusan ibu berdesak-desakan untuk mendapatkan gula pasir yang dijual dengan harga murah dalam pasar murah yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku di kawasan Lapangan Merdeka Ambon, Selasa (31/5/2016).
|
EditorFarid Assifa

AMBON, KOMPAS.com - Pasar murah menjelang bulan Ramadhan yang digelar Pemerintah Provinsi Maluku di Lapangan Merdeka ternyata dimanfaatkan oleh para pedagang dengan memborong sembako di pasar murah tersebut.

Padalah, pasar murah tersebut diselenggarakan pemerintah untuk membantu warga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhannya memasuki bulan Ramadhan.

“Ada banyak pedagang yang ikut memborong sembako di sini tadi. Ada juga tetangga saya tadi, saya lihat dia beli beras dan gula, mereka membeli banyak sembako, sedangkan kita yang tidak punya uang hanya membeli secukupnya,” keluh Wa Ani, salah seorang warga saat ditemui Kompas.com di lokasi pasar murah, Rabu (1/6/2016).

Menurut dia, seharusnya penyelenggara pasar murah lebih selektif untuk menentukan para pembeli, sehingga tidak sembarangan orang mendapatkan kebutuhan pokok yang harusnya diperuntukan bagi warga kurang mampu. Apalagi, kata dia, sembako yang dibeli itu untuk dijual kembali ke masyarakat.

“Mereka (pedagang) membeli sembako di sini untuk dijual lagi, harusnya tidak seperti itu, masa pasar murah untuk warga kurang mampu tapi yang beli pedagang,” katanya.

Warga lainnya, Aida menuturkan, selain pedagang, banyak juga pegawai negeri sipil (PNS) yang ikut berbelanja di pasar murah tersebut. Bahkan, kata dia, banyak dari mereka bolak-balik pasar murah dengan membeli banyak jenis sembako.

“Ini bukan pasar murah lagi, karena setahu saya pasar murah itu untuk warga kurang mampu, tapi kalau sudah ada PNS yang datang berbelanja, maka sudah bukan pasar murah namanya,” ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia pun meminta kepada Pemerintah Provinsi Maluku untuk melakukan pengawasan ketat agar para PNS dan pedagang tidak diberikan kesempatan berbelanja di pasar murah tersebut.

"(Pasar murah) masih ada besok lagi, kami berharap agar bisa diawasi agar kebutuhan pokok ini benar-benar untuk masyrakat yang membutuhkan,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangan (Disperindag) Maluku, Angky Papilaya sehari sebelumnya mengatakan bahwa pasar murah tersebut diprioritaskan bagi warga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhannya saat bulan puasa.

Dia pun meminta agar media massa dapat menginformasikan jika ada PNS atau pedagang yang memanfaatkan pasar murah tersebut.

“Makanya saya minta jika ditemukan ada PNS yang ikut berbelanja tolong dilaporkan,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.