Kompas.com - 01/06/2016, 08:28 WIB
Pesawat turboprop N219 saat di-roll-out di hangar PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/12/2015). Reska K. Nistanto/KOMPAS.comPesawat turboprop N219 saat di-roll-out di hangar PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/12/2015).
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com – Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Muhammad Nasir memamerkan hasil produksi pesawat terbang N219, yang dinilai lebih unggul dari produk negara lain.

Menurut Nasir, pesawat N219 yang merupakan pengembangan dari N-250 secara kualitas tidak kalah bersaing dengan pesawat sejenis buatan negara lain, seperti Kanada dan China.

“Kita sudah ada N219. Kualitasnya ada, harga juga lebih murah dari yang lain,” kata Nasir di sela peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Semarang, Selasa (31/5/2016).

Pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia ini akan berfungsi sebagai penyambung ke pulau-pulau terdekat, terluar yang selama ini sulit diakses menggunakan pesawat komersial.

“Kalau daerah terdekat seperti Karimunjawa itu bisa, kalau pakai heli satu-dua orang,” kata dia.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Kokpit dalam pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia.
N219 merupakan pengembangan dari N250 yang telah mati suri. Menurut Nasir pesawat N-250 tidak bisa diutak atik lantaran dicatat sebagai aset negara. N250 sempat berjaya karena diterbangkan pertama kali pada 10 Agustus 1995 di Bandung. N-250 menjadi bukti nyata bahwa Indonesia telah mampu mengembangkan teknologi kedirgantaraan.

“Sampai hari ini pesawat itu dicatat sebagai aset, dan itu tidak bisa digunakan. Itu harus dihapuskan dari aset dulu, dimasukkan ke museum,” tamah dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun demikian, Nasir berharap agar semua inovasi teknologi yang diterapkan agar bisa bersaing di dunia bisnis. Sebab, persaingan bisnis yang tidak kuat membuat pengembangan inovasi akan sulit berkembang.

“Yang jadi masalah itu persaingan bisnisnya. Kami ada motor listrik di Surabaya, Mobil listrik, kita bisa menyiapkan apa saja, tapi persaingan bisnis ini perlu dikawal,” tambah dia. 

baca juga: Esther Gayatri, Orang Pertama yang Akan Terbangkan N219

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.