Jaksa dan Pengacara Bos Karaoke Adu Mulut karena Ian Kasela

Kompas.com - 31/05/2016, 22:09 WIB
Sidang pelanggaran hak cipta lagu Radja di PN Surabaya, Selasa (31/5/2016) KOMPAS.com/Achmad FaizalSidang pelanggaran hak cipta lagu Radja di PN Surabaya, Selasa (31/5/2016)
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

SURABAYA, KOMPAS.com - Sidang lanjutan kasus pelanggaran hak cipta atas lagu milik grup band Radja di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (31/5/2016), berlangsung panas. Kuasa hukum terdakwa mendesak hakim menghadirkan Ian Kasela selaku saksi pelapor.

Saiful Fachrudin selaku kuasa hukum terdakwa bos rumah karaoke NAV, Achmad Budi Siswanto, memberi masukan kepada hakim pimpinan sidang, Hariyanto, agar Ian dihadirkan di persidangan sebagai saksi pelapor sebelum saksi lainnya dihadirkan.

"Mohon dicatat di berita acara persidangan, Pak Hakim," katanya.

Usulan Saiful itu ditanggapi dengan nada tinggi oleh jaksa penuntut umum, Ferry Rachman. "Terserah jaksa mau hadirkan saksi yang mana," kata dia.

Adu mulut pun terjadi antara jaksa dan kuasa hukum terdakwa. Cekcok itu berakhir setelah keduanya keluar dari ruang sidang melalui pintu berbeda. Hakim menutup sidang karena waktu tidak cukup.

Kepada wartawan, Saiful mengatakan, sesuai Pasal 160 huruf B Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), saksi korban harus dihadirkan lebih dulu dari pada saksi-saksi lain.

Saiful menilai bahwa jaksa seharusnya menghadirkan Ian atau perwakilan Radja terlebih dahulu selaku korban. Menurut Saiful, Ian selaku pelapor harus menjelaskan dulu apa yang dilaporkannya.

"Tapi Ian Kasela tidak hadir, alasannya katanya lagi show. Ini lebih penting mana hukum dengan uang," kata dia.

Ian melaporkan lima rumah karaoke, yakni NAV, Inul Vizta, Charlie Family, Happy Puppy, dan DIVA ke Polri karena memutar beberapa lagu yang belum tercatat. Ian mengaku tidak menerima royalti atas lagu-lagu Radja yang digunakan di rumah karaoke itu.

Atas laporan Ian, sejumlah rumah karaoke berbalik melaporkannya ke Polda Jatim atas tuduhan pemerasan. Dia dituduh meminta sejumlah uang agar dia mencabut laporannya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Solo, Gibran-Teguh Nomor 1 dan Bajo Nomor 2

Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Solo, Gibran-Teguh Nomor 1 dan Bajo Nomor 2

Regional
Polisi Panggil Penyelenggara Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Tegal

Polisi Panggil Penyelenggara Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Tegal

Regional
Wakil Ketua DPRD Tegal Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi: Awalnya Izin Pakai Panggung Kecil, tetapi...

Wakil Ketua DPRD Tegal Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi: Awalnya Izin Pakai Panggung Kecil, tetapi...

Regional
Polda Babel Hentikan Kasus Dugaan Penipuan Bitcoin BTC Panda Senilai Rp 261,3 M

Polda Babel Hentikan Kasus Dugaan Penipuan Bitcoin BTC Panda Senilai Rp 261,3 M

Regional
Anggota DPRD Jadi Bandar Narkoba, Golkar Sebut Penentuan Calon Tanggung Jawab KPU

Anggota DPRD Jadi Bandar Narkoba, Golkar Sebut Penentuan Calon Tanggung Jawab KPU

Regional
'Saya Sudah Diwanti-wanti, Pak Gubernur di Wilayah Itu Kiri Kanan Sudah Positif Semua'

"Saya Sudah Diwanti-wanti, Pak Gubernur di Wilayah Itu Kiri Kanan Sudah Positif Semua"

Regional
Ugal-ugalan di Jalan Raya, Puluhan Anggota Klub Motor Trail Ditangkap

Ugal-ugalan di Jalan Raya, Puluhan Anggota Klub Motor Trail Ditangkap

Regional
Sempat Ditegur Mendagri, Cellica-Aep Hanya Bertiga Datang ke Acara Penetapan Nomor Urut

Sempat Ditegur Mendagri, Cellica-Aep Hanya Bertiga Datang ke Acara Penetapan Nomor Urut

Regional
Pemda DIY Izinkan SMK dan Kampus Gelar Praktikum Tatap Muka

Pemda DIY Izinkan SMK dan Kampus Gelar Praktikum Tatap Muka

Regional
Tekan Penyebaran Covid-19,  Ada Tim Pemburu Warga Tak Bermasker di Tasikmalaya

Tekan Penyebaran Covid-19, Ada Tim Pemburu Warga Tak Bermasker di Tasikmalaya

Regional
Ridwan Kamil Klaim Penanganan Covid-19 di Jabar Membaik, Luhut: Okupansi ICU di Jabodetabek Tinggi

Ridwan Kamil Klaim Penanganan Covid-19 di Jabar Membaik, Luhut: Okupansi ICU di Jabodetabek Tinggi

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 September 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 24 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 24 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 September 2020

Regional
Cerita Parti Liyani TKI asal Nganjuk yang Menang atas Tuduhan Pencurian dari Bos Singapura

Cerita Parti Liyani TKI asal Nganjuk yang Menang atas Tuduhan Pencurian dari Bos Singapura

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X