Kompas.com - 31/05/2016, 18:33 WIB
Din Minimi sedang bicara di rumahnya, Desa Ladang Baro, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Sabtu (2/1/2015). KOMPAS.COM/MASRIADIDin Minimi sedang bicara di rumahnya, Desa Ladang Baro, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Sabtu (2/1/2015).
|
EditorFarid Assifa

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Nurdin Ismail alias Din Minimi (43) mengunjungi anggotanya yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (31/5/2016).

Di Rutan itu tercatat 11 anggotanya sedang menjalani proses hukum. Nurdin juga menyerahkan sumbangan kepada anggotanya tersebut setelah mengadakan pertemuan selama 40 menit.

Ia bertemu dengan Jalfanir alias Tgk Plang (44) asal Aceh Besar yang divonis lima tahun penjara dalam kasus kepemilikan senjata api. Lalu, Faisal alias Komeng, warga asal Desa Seuneubok Aceh, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara dan Zulkarnaini (24) alias Glok, warga Desa Pulo Meuria, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara serta delapan anggota lainnya.

Din Minimi juga mengunjungi anggotanya yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe dan Bireuen, di antaranya, Tun Sri Muhammad Azrul Mukminin alias Abu Razak (39), warga Desa Cot Trieng, Kecamatan Kuala Bireuen; Darkani alias Rungkhom (34) asal Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang Aceh Utara; Amri alias Siteng (33) asal Desa Bukit Panyang, Kecamatan Julok, Aceh Timur dan; Rudiny Syahputra Saiban (29) asal Bireuen.

“Saya sudah kunjungi 21 anggota saya di Rutan Lhoksukon, LP Lhokseumawe dan LP Bireuen. Dari Bireuen saya mau mengunjungi anggota yang ditahan di LP Banda Aceh. Di sana ada Buraq (Syahril (19), asal Desa Padang Kasab, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur. Nanti baru saya kunjungi yang di LP Idi,” ujar Din Minimi.

Din meminta agar anggotanya berdoa agar amnesti yang diajukan ke Presiden Joko Widodo segera dikabulkan.

“Sampai sekarang amnesti masih diproses. Saya minta anggota berdoa agar prosesnya segera beres,” kata Din.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Din meminta agar seluruh anggotanya tabah di dalam tahanan.

“Jangan buat gaduh atau masalah,” terangnya.

Kepala Rutan Cabang Lhoksukon Effendi menyebutkan, Nurdin Ismail datang ke rutan bersama sejumlah anggotanya.

“Setelah bicara, Din memberikan santunan. Setelah itu langsung pulang,” ujar Effendi.

Sekadar diketahui, Din Minimi dan anggotanya pada 28 Desember 2015 lalu, menyerahkan diri kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso setelah setahun lebih naik gunung dan beraksi menggunakan senjata api (api).

Saat menyerah, Din Minmi cs juga menyerahkan 15 pucuk senjata api (senpi) terdiri atas jenis AK-47 sebanyak 13 pucuk, jenis SS1 sepucuk, dan pistol FN sepucuk. Termasuk tabung pelontar dan amunisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.