Tangan di Atas

Kompas.com - 29/05/2016, 11:34 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCKIlustrasi.
EditorHeru Margianto

Saya bukan ustaz, apalagi kiai. Saya adalah pelajar kehidupan. Izinkan saya menyampaikan gagasan tentang konsep kesetiakawanan sosial dalam Islam. Konsep tentang membayar zakat.

Menurut riset, jika semua umat Islam di Indonesia membayar zakat, nilainya Rp 200 triliun per tahun. Namun, yang dikelola oleh lembaga amil zakat ternyata hanya Rp 3 triliunan per tahun. Hanya 1,5 persen.

Mungkin ada yang langsung mengurus sendiri penyalurannya. Namun, banyak pula yang tidak pernah bayar zakat dengan alasan lupa atau pura-pura lupa. Ada juga yang beralasan tidak paham dan merasa ribet. Ada pula yang beralasan, "Kan sudah bayar pajak". Padahal, ini rukun Islam yang ketiga. Wajib hukumnya.

Mari kita bayangkan. Jika semua taat membayar kewajiban 2,5 persen pembersihan harta ini, kemiskinan di masyarakat kemungkinan bisa hilang. Lima puluh keluarga miskin di Bandung bisa dibantu dengan sistem setia kawan ini. Sebuah definisi madani. Masyarakat madani adalah ketika masalah keumatan diselesaikan oleh kemandirian umat itu sendiri.

Menurut Pak Kiai, jangan mengaku Muslim jika rajin shalat, tetapi tidak bayar zakat. Seperti pesan surat Al Maun, jika masih ada fakir miskin telantar, shalat kita hampa makna. Jika masih banyak anak yatim tidak terurus di sekeliling kita, berarti kita ini kaum yang mendustakan agama. Sia-sia.

****

Karena itu, Pemkot Bandung melakukan program imbauan "Ayo Bayar Zakat" kepada umat Islam di Kota Bandung, yang diorganisasi oleh kekompakan macam ragam pengelola zakat dalam koordinasi Pemkot. Ada website-nya, ada akun Facebook dan Instagram-nya, dan ada aplikasi di smartphone untuk transaksinya.

Pemkot Bandung akan mendefinisikan ragam kebutuhan dalam program pengentasan kemiskinan ini. Ada kebutuhan untuk perbaikan rumah. Ada kebutuhan untuk program pendidikan, bahkan sampai beasiswa sarjana mungkin. Ada juga untuk bantuan pengobatan dan kesehatan. Dan, ada juga bantuan permodalan agar ekonomi mereka naik kelas.

Tim "Ayo Bayar Zakat" akan berkampanye, akan mengatur kemudahan informasi dan transaksi melalui apps yang dihadirkan di smartphone. Pembayar zakat bisa memilih jenis bantuan dan bisa memlilih lembaga yang ia percayai atau ia suka. Hasil bantuan akan di-posting ke akun si pembayar zakat.

Intinya, kebaikan sosial ini akan dimudahkan urusannya bagi mereka yang supersibuk. Bayangkan jika Rp 200 triliun per tahun uang zakat itu benar bisa hadir di negeri tercinta ini, maka kemiskinan rutin bisa dientaskan dengan cara-cara kekinian seperti program ala Mak Comblang ini. Kita butuh orang-orang baik bertemu dengan sistem yang baik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X