MULTIMEDIA: 10 Tahun Gempa Yogyakarta

Kompas.com - 28/05/2016, 08:00 WIB
VIK Gempa Yogyakarta KOMPAS.comVIK Gempa Yogyakarta
EditorLaksono Hari Wiwoho

KOMPAS.com - Sepuluh tahun berlalu sejak gempa bumi yang menimbulkan kerusakan besar di Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu 27 Mei 2006.

Gempa bumi berkekuatan M 6,3 itu akan selalu diingat sebagai suatu masa yang merenggut 5.800-an jiwa serta melukai 20.000 penduduk Yogyakarta dan sekitarnya.

Di Yogyakarta, gempa besar juga pernah terjadi pada 1937, 1943, 1976, 1981, dan 2001. Gempa dengan jumlah korban besar terjadi pada tahun 1867, 1943, dan 2006.

Musibah ini menjadi pengingat bahwa bumi tempat kita berpijak tidak pernah diam, baik dulu, kini, dan nanti. Bukan hanya di Yogyakarta, tetapi di seluruh hamparan Nusantara.

Pengalaman pascagempa Yogyakarta memberikan satu pelajaran bahwa riset mampu mengungkap banyak hal yang belum diketahui dan perlu didukung.

Pemahaman akan hal ini sangat penting untuk mencegah kerusakan dan kematian lebih besar akibat gempa di segala tempat di masa datang.

Untuk memahami seperti apa dan bagaimana gempa itu terjadi, Kompas.com menyajikan konten interaktif bertajuk "10 Tahun Gempa Yogyakarta" dan liputan khusus dengan judul yang sama.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Regional
Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Regional
Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Regional
532 Perusahaan Pariwisata Tutup akibat Pandemi, Puluhan Ribu Pekerja Dirumahkan

532 Perusahaan Pariwisata Tutup akibat Pandemi, Puluhan Ribu Pekerja Dirumahkan

Regional
Geledah Rumah Kontrakan di Sleman, Densus 88 Sita CPU dan Flashdisk

Geledah Rumah Kontrakan di Sleman, Densus 88 Sita CPU dan Flashdisk

Regional
Tak Punya Biaya Berobat, Pria Ini Selama 25 Tahun Hanya Terbaring akibat Tubuhnya Kaku seperti Kayu

Tak Punya Biaya Berobat, Pria Ini Selama 25 Tahun Hanya Terbaring akibat Tubuhnya Kaku seperti Kayu

Regional
Saiful Ilah Tersangkut Korupsi, Nur Ahmad Meninggal, Hudiyono Dilantik Jadi Penjabat Bupati Sidoarjo

Saiful Ilah Tersangkut Korupsi, Nur Ahmad Meninggal, Hudiyono Dilantik Jadi Penjabat Bupati Sidoarjo

Regional
328 Santri di Banyumas Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Ini Bukan Aib

328 Santri di Banyumas Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Ini Bukan Aib

Regional
Serunya Jelajah Museum Multatuli secara Virtual, Begini Caranya

Serunya Jelajah Museum Multatuli secara Virtual, Begini Caranya

Regional
Tubuhnya Kaku 25 Tahun, Tepu Hanya Bisa Berguling ke Lubang jika Ingin Mandi dan Buang Air

Tubuhnya Kaku 25 Tahun, Tepu Hanya Bisa Berguling ke Lubang jika Ingin Mandi dan Buang Air

Regional
Bawa Celurit supaya Dianggap Keren oleh Pacar, Pemuda Ini Gugup Saat Ditangkap Polisi

Bawa Celurit supaya Dianggap Keren oleh Pacar, Pemuda Ini Gugup Saat Ditangkap Polisi

Regional
328 Santri di Banyumas Terjangkit Covid-19, 20 Sudah Sembuh

328 Santri di Banyumas Terjangkit Covid-19, 20 Sudah Sembuh

Regional
Banyak Petahana Maju Pilkada, Bawaslu Jabar Fokus Awasi Netralitas ASN

Banyak Petahana Maju Pilkada, Bawaslu Jabar Fokus Awasi Netralitas ASN

Regional
Calon Bupati Adakan Lomba Pantun, Kampanye Sempat Dipenuhi Warga

Calon Bupati Adakan Lomba Pantun, Kampanye Sempat Dipenuhi Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X