Hindari Kejaran "Leasing", Riski Pakai Mobil dengan STNK dan Pelat Palsu

Kompas.com - 27/05/2016, 08:44 WIB
STNK palsu yang ditunjukkan Fajar Riski kepada petugas Satuan Lalu Lintas Polres Pematangsiantar, Kamis (26/5/2016). KOMPAS.com/Tigor MuntheSTNK palsu yang ditunjukkan Fajar Riski kepada petugas Satuan Lalu Lintas Polres Pematangsiantar, Kamis (26/5/2016).
|
EditorFarid Assifa

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Satu unit mobil Daihatsu Xenia warna hitam diamankan Satuan Lalu Lintas Polres Pematangsiantar dari Jalan Sudirman, Pematangsiantar, Kamis (26/5/2016) sore.

Mobil Daihatsu nomor polisi BK 1870 JH yang dimodifikasi sport berkaca gelap ini dicurigai menyalahi aturan lalu lintas dan diamankan Brigadir Suwardi, personel Satuan Lalu Lintas.

Saat menghentikan mobil, petugas meminta kepada pengemudi mobil Daihatsu, Fajar Riski, warga Jalan Medan Area, Pematangsiantar, untuk menunjukkan surat kendaraan.

Ketika surat tanda nomor kendaraan (STNK) diperiksa, petugas mencurigai STNK mobil tak sesuai dengan jenis kendaraan yang dikemudikan Fajar. Selanjutnya, mobil tersebut langsung dibawa menuju Mapolres Pematangsiantar.

Saat diperiksa, STNK atas nama Marlina Lubis, warga Jalan Abdul Sani Muthalib, Medan Marelan, Kota Medan itu ternyata palsu.

Untuk lebih memastikannya, petugas memeriksa nomor rangka mobil. Hasilnya diketahui ternyata nomor rangka mobil berbeda dengan yang tertera di STNK palsu. STNK dibuat hasil scanning komputer.

Bukan hanya STNK saja yang palsu, hasil kroscek petugas ternyata nomor polisi BK 1870 JH juga palsu dan aslinya nomor polisi D 1430 SR.

Kepada petugas, Riski mengaku mobil tersebut dibeli orangtuanya dari Bandung. Namun karena tersangkut masalah pembayaran kredit mobil, untuk menghindari dari kejaran pihak leasing, nomor polisi D 1430 diubah menjadi BK 1870 JH.

"Sebenarnya kami bayar tiap bulan kredit mobil ini udah berjalan dua tahun. Tapi Papa tak menyetor ke pihak leasing. Takut ditarik, maka nomor polisinya kami ubahlah," kata Riski.

Kasat Lalu Lintas Polres Pematangsiantar, AKP J Frans Simanjuntak membenarkan pihaknya menahan mobil yang menyalahi aturan.

"Anggota menghentikan karena curigai menyalahi aturan berlalu lalu lintas. Mobil tersebut kita sudah tilang sesuai ketentuan UU yang berlaku. Dan, untuk STNK dipalsukan saat ini pengemudi mobil sedang diperiksa di Satuan Reskrim," terang Jupiter.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Pati: Tidak Sakit Kok, Malah Dokternya yang Keringetan

Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Pati: Tidak Sakit Kok, Malah Dokternya yang Keringetan

Regional
Tewas Tertimpa Batu Saat Longsor di Kupang, Pasutri Ini Baru 3 Bulan Menikah

Tewas Tertimpa Batu Saat Longsor di Kupang, Pasutri Ini Baru 3 Bulan Menikah

Regional
Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Seluruh RS Swasta di Wonogiri Wajib Sediakan Ruang Isolasi Perawatan

Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Seluruh RS Swasta di Wonogiri Wajib Sediakan Ruang Isolasi Perawatan

Regional
Berteduh di Bawah Jembatan Saat Hujan Deras, 2 Pemancing Tewas Terseret Banjir

Berteduh di Bawah Jembatan Saat Hujan Deras, 2 Pemancing Tewas Terseret Banjir

Regional
Tren Covid-19 di Pangandaran Naik, Pemkab Siapkan Bekas SD untuk Rawat Pasien

Tren Covid-19 di Pangandaran Naik, Pemkab Siapkan Bekas SD untuk Rawat Pasien

Regional
Hilang Semalaman, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas di Sendang

Hilang Semalaman, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas di Sendang

Regional
Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tim Selam Diterjunkan Cari 5 ABK yang Hilang

Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tim Selam Diterjunkan Cari 5 ABK yang Hilang

Regional
Kabar Ada yang Meninggal Setelah Divaksin, Bupati Cilacap: Hoaks, Tidak Ada Itu

Kabar Ada yang Meninggal Setelah Divaksin, Bupati Cilacap: Hoaks, Tidak Ada Itu

Regional
Kecelakaan di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tug Boat Mitra Jaya XIX Ditemukan di Perairan Madura

Kecelakaan di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tug Boat Mitra Jaya XIX Ditemukan di Perairan Madura

Regional
Penambahan Kasus Covid-19 di Banten Pecah Rekor, Kota Serang Jadi Zona Merah

Penambahan Kasus Covid-19 di Banten Pecah Rekor, Kota Serang Jadi Zona Merah

Regional
Gubernur Banten Perpanjang PPKM Tangerang Raya hingga 8 Februari 2021

Gubernur Banten Perpanjang PPKM Tangerang Raya hingga 8 Februari 2021

Regional
Sempat Tertunda karena Darah Tinggi, Bupati Brebes Divaksin Covid-19 Usai Istirahat 4 Jam

Sempat Tertunda karena Darah Tinggi, Bupati Brebes Divaksin Covid-19 Usai Istirahat 4 Jam

Regional
Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Regional
4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Viral Foto Ikan Paus Ukuran 7 Meter Terdampar di Perairan Ogan Komering Ilir

Viral Foto Ikan Paus Ukuran 7 Meter Terdampar di Perairan Ogan Komering Ilir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X