Kepala BPBD Bantul: Gempa Bumi Itu Tidak Membunuh...

Kompas.com - 27/05/2016, 08:00 WIB
Gedung STIE Kerjasama, Jalan Porwanggan No. 549, Purwo Kinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta, roboh akibat gempa di Yogyakarta pada 26 Mei 2006. KOMPAS/DAVY SUKAMTAGedung STIE Kerjasama, Jalan Porwanggan No. 549, Purwo Kinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta, roboh akibat gempa di Yogyakarta pada 26 Mei 2006.
|
EditorFarid Assifa

BANTUL,KOMPAS.com - "Gempa Bumi itu tidak membunuh. Yang membunuh itu bangunan atau rumah yang kita tempati karena roboh," inilah kata yang terucap dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto saat merefleksikan peristiwa gempa bumi yang terjadi 10 tahun lalu.

Refleksi itu muncul melihat fakta bahwa akibat guncangan gempa bumi 2006 lalu banyak bangunan rumah warga di Kabupaten Bantul mengalami rusak ringan sampai rusak berat. Korban jiwa sebagian besar diakibatkan tertimpa material bangunan rumah.

Episentrum gempa bumi 2006 berada di Bantul, sehingga guncangannya terasa lebih besar di kabupaten dengan moto Projotamansari ini. Berdasarkan data BPBD DIY, dari seluruh wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kabupaten Bantul menjadi daerah yang terdampak paling parah.

Dwi menyampaikan, bagi masyarakat Bantul, gempa bumi yang terjadi pada Sabtu, 27 Mei 2006 pagi itu sangat mengagetkan. Terlebih, pada saat itu warga dan pemerintah Kabupaten Bantul belum memiliki kesiapan terkait ancaman bencana gempa bumi.

"Pada Gempa Bumi 2006, lembaga ini (BPBD) belum terbentuk. Sehingga waktu itu kita tidak ada kesiapan sama sekali," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto saat ditemui Kompas.com, Rabu (11/5/2016).

Desa tangguh bencana

Sudah 10 tahun peristiwa gempa bumi berlalu. Banyak hal yang sudah dilakukan oleh pemerintah dan berbagai pihak dalam kurun waktu 10 tahun. Pertama, terkait meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dengan membangun kesadaran bahwa mereka tinggal di wilayah rawan gempa bumi.

“Kurun waktu 10 tahun banyak yang sudah kita lakukan. Mengenai peningkatan kapasitas, kita memberikan kesadaran agar masyarakat paham mengenai potensi ancaman bencana, risiko yang ditanggung ketika terjadi bencana,” jelasnya.

Peningkatan kapasitas ini, lanjut dia, dilakukan dalam berbagai tahapan. Dimulai dengan membentuk desa tangguh bencana. Pembentukan desa tangguh bencana ini dilakukan secara bertahap.

“Kita secara bertahap setiap tahun selalu membentuk desa tangguh bencana. Setelah terbentuk tidak lantas dibiarkan, tapi tetap ada pendampingan dan pelatihan sampai benar-benar mandiri,” tandasnya.

Di dalam kurun waktu 10 tahun, dari 75 desa di Kabupaten Bantul sudah terbentuk 12 desa tangguh bencana. Rinciannya, enam desa di daerah sepanjang pesisir pantai Selatan Bantul dan sisanya di wilayah penyangga pesisir.

"Pemerintah Bantul, BNPB, BPBD DIY dan BPBD Bantul bersama-sama dan bertahap akan terus membentuk desa tangguh bencana. Nantinya 75 desa akan bentuk tangguh bencana, secara bertahap," tuturnya.

Ancaman bencana di setiap desa tentu tidak sama. Misalnya di wilayah pesisir, ancaman bencananya adalah gempa bumi dan tsunami. Sedangkan di wilayah penyangga terdapat ancaman gempa bumi, banjir dan tanah longsor.

“Simulasi bencana juga terus kita lakukan. Simulasi ini sesuai dengan ancaman yang ada di setiap desa,” ujarnya.

Indikator desa tangguh bencana antara lain mempunyai peta rawan bencana di wilayahnya, membuat dokumen rencana kerja terkait pengurangan risiko bencana dan mempunyai forum pengurangan risiko bencana.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Regional
UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

Regional
Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Regional
Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X