Polisi Tahan 2 Penambang Ilegal Berikut Alat Berat di Lereng Merapi

Kompas.com - 24/05/2016, 11:00 WIB
Kompas.com/Ika Fitriana Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho (kiri) meminta keterangan dua orang diduga penambang ilegal gunung Merapi bersama barang bukti di markas Polres setempat, Senin (23/5/2016).

MAGELANG, KOMPAS.com - Dua orang yang diduga sebagai pengelola penambangan ilegal di lereng Gunung Merapi dibekuk aparat Polres Magelang, Jawa Tengah.

Kedua pelaku adalah Sujud (43) asal Desa Kajangsongo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, dan Sirojul Munir asal Desa Sriwedari, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Polisi kemudian menahan dua pria itu karena diduga melakukan aktivitas penambangan pasir tanpa izin di dua lokasi di lereng Gunung Merapi kawasan Kabupaten Magelang.

Kepala Polres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho menjelaskan, Sujud disinyalir melakukan penambangan menggunakan alat berat di Desa Kajangsongo, sedangkan Sirojul Munir menambang secara manual di Desa Tegalrejo, Kecamatan Srumbung.

"Keduanya ditahan saat kami melakukan razia penambangan ilegal. Mereka tidak dapat menunjukkan dokumen resmi terkait izin penambangan," kata Zain dikonfirmasi, Selasa (24/5/2016).

Dari lokasi penambangan itu, kata Zain, polisi mengamankan dua alat berat dan 6 mobil truk serta beberapa alat penambangan manual seperti linggis slenggrong dan angkong.

"Kami juga amankan uang tunai sebanyak Rp 17 juta, berikut buku dan nota," beber Zain.

Zain menyatakan, berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU ESDM), sejauh ini baru ada dua pengelola yang telah mengantongi izin melakukan aktivitas penambangan pasir dan baru di kawasan lereng Merapi di Kabupaten Magelang. Keduanya adalah PT Surya Karya Setiabudi (SKS) berlokasi di Desa Nglumut, dan PT Bumi Selaras di Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung.

"Saat razia, terlebih dahulu berkoordinasi dengan DPU ESDM Provinsi Jawa Tengah," tandas Zain.

Zain menegaskan, pihaknya akan terus melakukan razia dan menindak tegas penambang-penambang yang membandel. Menurut dia, penambangan yang tidak sesuai peraturan akan berdampak buruk pada lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

"Kami minta para penambang, baik menggunakan alat berat maupun manual, yang belum memiliki izin agar menghentikan dahulu aktivitas penambangan karena bisa merusak lingkungan," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu tersangka, Sirojul Munir mengaku sudah 20 hari terakhir menambang dengan modal patungan dengan teman-temannya. Adapun perizinan penambangannya sedang dalam proses.

“Menambang adalah pekerjaan saya untuk menghidupi keluarga, perizinannya masih dalam proses," ujarnya.

Apapun alasannya, keduanya tetap dinilai melanggar aturan. Mereka terancam pasal 158 Undang-undang RI no 4 tahun 2009 tentang minerba, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara atau denda Rp 10 miliar.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorFarid Assifa
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Regional
Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Regional
Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Regional
Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Regional
Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Regional
Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Regional
5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

Regional
Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Regional
Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Regional
Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Regional
Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Regional
Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena 'Human Error'

Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena "Human Error"

Regional
Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Regional
Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Regional
Close Ads X