Istri Mantan Anggota DPRD Hampir Diperkosa Saat Berjualan Nasi

Kompas.com - 17/05/2016, 20:26 WIB
Ilustrasi korban perkosaan. ShutterstockIlustrasi korban perkosaan.
|
EditorFarid Assifa

PEKALONGAN, KOMPAS.com — Nyaris diperkosa, PJ, istri mantan anggota DPRD Pekalongan, IM, melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pekalongan, Selasa (17/5/2016).

Sang suami, IM, mengatakan, kejadian berawal ketika istrinya, PJ, sedang berjualan nasi pada Minggu (15/5/2016) malam. PJ kemudian didatangi oleh seorang pria bernama SN. Kemudian, SN mengatakan kalimat yang tidak senonoh dan mulai mengajak PJ untuk melayani nafsu bejatnya.

"Istri saya langsung ke rumah tetangga untuk mencari aman, tetapi pelaku justru mengikuti dan terus mengejar. SN masuk ke rumah tetangga dan melakukan perbuatan tidak senonoh dengan merobek pakaian dalam istri saya," kata IM.

Tidak hanya itu, korban bahkan dibawa pelaku dengan menggunakan sepeda motor. Teman PJ yang melihat kemudian mencoba menolong, tetapi malah menjadi korban karena dilempar paving block oleh pelaku.


IM mendapat telepon dari teman istrinya agar menolong PJ yang dibawa oleh pelaku. Suami korban akhirnya menemukan istrinya di Desa Karanganyar, Pekalongan.

"Tanpa pikir panjang, saya langsung menabrak motor pelaku," tambahnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan AKP Aries Tri Hartanto mengatakan, kasus ini masih dalam tahap pelaporan awal. Selanjutnya, saksi-saksi terkait kejadian ini akan dipanggil.

"Nanti akan pemeriksaan saksi-saksi, dilanjutkan dengan penyelidikan. Kalau sekarang, baru sebatas laporan awal," ujar AKP Aries.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X