Pengelola Bonbin Bandung Selalu Berkilah, Ridwan Kamil Akan Bawa ke Ranah Hukum

Kompas.com - 16/05/2016, 19:41 WIB
Puluhan pengunjung Kebun  Binatang Bandung terpaksa menggelar tikar di depan pintu masuk, Kamis (12/5/2016). Kebun Binatang Bandung ditutup sementara lantaran pihak BBKSDA Jabar tengah melakukan bedah bangkai gajah. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIPuluhan pengunjung Kebun Binatang Bandung terpaksa menggelar tikar di depan pintu masuk, Kamis (12/5/2016). Kebun Binatang Bandung ditutup sementara lantaran pihak BBKSDA Jabar tengah melakukan bedah bangkai gajah.
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bandung bersikeras akan membawa persoalan Kebun Binatang Bandung ke ranah hukum. Pasalnya, segala saran dan kritikan Pemkot Bandung sebagai penyambung lidah masyarakat tak pernah digubris.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, Pemkot Bandung telah berulang kali memanggil pihak Yayasan Marga Satwa Taman Sari, selaku pengelola Kebun Binatang agar segera memperbaiki tata kelola baik dari segi konservasi maupun fasilitas umum.

"Kalau kita bertemu bawaannya ngeles, bawaannya selalu berkilah, kan susah. Biar saja hukum yang menentukan kebenaran ada di pihak mana, kalau saya yang keliru tinggal disesuaikan saja. Tapi kalau kayak begini kan dipingpong tidak ada kejelasan, lewat setahun, dua tahun," ucap Emil, sapaan akrabnya, di Hotel Mitra, Jalan Supratman, Kota Bandung, Senin (16/5/2016).

Emil mengatakan, dalam waktu dekat tim dari hukum Universitas Padjadjaran akan segera mengeluarkan hasil kajian soal adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan pengelola Kebun Binatang Bandung.


"Lagi pengumpulan data dua hari ini mudah-mudahan besok ada kabar. Tim Unpad akan memberikan paparan hasil kajian," ucapnya.

Dari hasil kajian sementara, Emil menyebut pengelola Kebun Binatang Bandung hampir 10 tahun tak membayar pajak.

"Klaim dari kita mereka tidak bayar pajak dari 2007, retribusi bikin sendiri ada 10 persen namanya pajak hiburan ketangkasan enggak dibayarin," tegasnya.

Namun, upaya hukum tersebut tak lantas mengesampingkan pelanggaran konservasi. Menurut dia, persoalan penelantaran satwa menjadi urusan pengelola dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Untuk urusan saya, saya kirim surat supaya apa yang dikeluhkan warga bisa dikelola dan ada kesimpulan dengan baik. Kalau tidak sanggup bisa bilang kan dicari bantuan, membuka diri untuk Pemkot masuk," jelasnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Potre Koning, Seni Lingkungan, dan Tiga Seniman

Potre Koning, Seni Lingkungan, dan Tiga Seniman

Regional
4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X