Kompas.com - 16/05/2016, 13:10 WIB
|
EditorErlangga Djumena

UNGARAN, KOMPAS.com - Dunia bisu, miskin kata-kata, dan miskin bahasa adalah kata yang pas untuk menggambarkan tiga siswa Sekolah Liar Biasa (SLB) Negeri Ungaran, Laurenita Hening Yovitasari (12), Agung Renal Saputra (12) dan Dwi citra narutama (12).

Sama halnya dengan ribuan siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Semarang lainnya yang hari ini mengikuti Ujian Nasional (UN), mereka juga tengah berjuang agar kompetensi akademiknya diakui oleh negera melalui ujian nasional.

Meski demikian, mereka tetap mendapatkan perlakuan khusus lantaran keterbatasan fisik mereka. Ketiganya adalah siswa berkebutuhan khusus tuna rungu.

"Bagi mereka ini, dunia sepi. Mereka miskin kata, miskin bahasa. Ketika membaca satu kata yang tidak tahu, maka seluruh kalimat putus maknanya. Jadi harus dijelaskan," ujar Kepala SLB N Ungaran, Asngari, Senin (16/5/2016).

Hari pertama UN SD ini, mata pelajaran yang diujikan adalah bahasa Indonesia sebanyak 50 soal dengan waktu pengerjaan 2 jam.

Untuk memastikan soal-soal dikerjakan tanpa kecurangan, panitia menempatkan dua pengawas dari sekolah yang berbeda. Tugas pengawas Ujian Nasional bagi anak-anak berkebutuhan khusus ini memang sedikit berbeda dengan tugas pengawas untuk ujian nasional anak- anak pada umumnya.

Selain memastikan ijian berjalan dengan tertib, mereka juga membantu anak-anak ini memahami soal-soal ujian.

"Ngisi nomor peserta saja memang harus seteliti mungkin. Karena kemungkinan anak-anak seperti ini kan tidak mendengar, jadi mereka tidak bisa memahami untuk silang atau dilingkari, tadi saja hampir mencentang," kata Umi Yaniar Astri, salah satu pengawas dari SLB Wahid Hasyim Beringin.

Umi mengaku harus ekstra sabar mendampingi peserta ujian anak-anak SLB ini, sebab dengan keterbatasan fisik yang dimiliki mereka berpotensi melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal-soal Ujian Nasional. 

Umi menyebutkan,  pendampingan ini hanya sebatas membantu anak-anak memahami perintah dan soal-soal yang ada.

"Hanya memastikan mengisi nomor peseta, kemudian pembacaaan soal. Jadi misalnya ada satu kata saja yang abstak pada satu kalimat, sudah putus! mereka ndak tahu materinya apa. jadi kita pelan-pelan membacakan soalnya, perlakuan khususnya itu," katanya.

Keterbatasan bahasa yang menghambat para siswa berkebutuhan khusus dalam memahami soal-soal ujian ini tidak serta merta menjadi stempel bahwa anak-anak ini tidak mampu mengerjakan soal ujian.

Mereka tetap bersemangat untuk belajar dan mengikuti ujian asional yang masih akan berlangsung dalam dua hari kedepan. Apalagi kehadiran para pengawas khusus yang memahami karakter dan bahasa para siswa berkebutuhan khusus ini setidaknya dapat membantu kelancaran pelaksanaan ujian nasional anak-anak SLB.

Setidaknya hal itu bisa terbaca dari ekspresi salah satu peserta UN SLB, Laurenita Hening Yovitasari (12) saat ditanyai apakah dapat mengerjakan soal-soal UN.

Dengan bahasa isyarat Laurenita mengangguk tanda membenarkan peryataan tersebut. Penyelenggaraan UN SDLB di Kabupaten Semarang tahun ini diikuti oleh 4 siswa berkebutuhan khusus. Yakni 3 siswa SLB Negeri Ungaran dan satu orang siswa SLB Wahid Hasyim Beringin. Keempat siswa tersebut merupakan siswa tuna rungu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.