Lawan Kejahatan Seksual, Ibu-ibu di Solo Tabuh Peralatan Dapur

Kompas.com - 15/05/2016, 16:30 WIB
Puluhan peserta aksi turujn ke jalan saat Car Free Day Solo, Minggu (15/5/2016). KOMPAS.COM/ M WismabrataPuluhan peserta aksi turujn ke jalan saat Car Free Day Solo, Minggu (15/5/2016).
|
EditorFarid Assifa

SOLO, KOMPAS.com - Puluhan ibu-ibu di Solo turun ke jalan dengan membawa peralatan dapur untuk menyerukan kepedulian terhadap korban kejahatan seksual. Aksi simpatik tersebut digelar saat Car Free Day berlangsung di Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (15/5/2016).

Puluhan ibu-ibu dan aktivis perempuan di Solo menabuh peralatan dapur seperti penggorengan serta alat musik semisal ketipung dan jimbe. Mereka menyerukan perlawanan terhadap kejahatan seksual yang akhir-akhir ini marak terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Salah satu peserta aksi dalam orasinya mendesak pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Namun mereka juga menolak adanya vonis kebiri dan penanaman chip di badan pelaku karena dianggap melanggar Hak Asasi Manusia.

"Kita dari Solo menabuh genderang perang terhadap kejahatan seksual. Kita lawan dari rumah, maka kita bawa peralatan dapur. Simbol kejahatan seksual kita lawan mulai dari rumah," kata Endang Listiani, direktur Sepk-Ham, lembaga yang konsen pada masalah kekerasan terhadap anak dan perempuan, Minggu.

Aksi simpatik tersebut mendapat perhatian dari pengunjung Car Free Day, salah satunya Maria, warga Kartasura.

"Kejahatan seksual mengincar di mana-mana membuat warga waswas, apalagi bagi perempuan, kita harap Pak Presiden dan aparat mampu menyelesaikan masalah tersebut tanpa harus melanggar HAM, tapi lebih ke akar permasalahan kenapa kejahatan seksual bisa menjamur," katanya.

Aksi pun ditutup dengan orasi dan pernyataan sikap.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X