Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Guru Perbatasan, Setahun Tak Digaji, Diusir Saat Mengajar, dan Dipecat...

Kompas.com - 13/05/2016, 10:11 WIB
|
EditorErlangga Djumena

NUNUKAN, KOMPAS.com — Asmah Santi (27) terlihat bingung untuk memulai bercerita. Setelah tercenung sejenak, mantan guru di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, itu lebih memilih memulai kisahnya dari awal mengabdi menjadi pengajar di SMK Nurul Iman.

Sejak tahun 2010, sebutnya, dia mengajar beberapa mata pelajaran di SMK Nurul Iman. Suka-duka mengajar di wilayah perbatasan menjadi kesehariannya 4 tahun terakhir. Dari minimnya fasilitas kegiatan belajar mengajar hingga gaji yang setahun terakhir tak lagi dia terima. Semua dia terima demi pengabdian memberikan ilmu bagi generasi muda di wilayah perbatasan.

"Kita mikirnya ke anak-anak kalau stop mengajar," ujarnya Kamis (12/5/2016).

Rupanya gaji setahun yang tak pernah dia terima dari yayasan belum cukup menjadi cobaan dalam mengabdi di wilayah perbatasan. Cobaan lebih berat justru dialami Asmah saat menjabat kepala sekolah. Tanpa alasan yang jelas, Asmah dicopot dari jabatan kepala sekolah yang baru seminggu dijabatnya.

Pencopotan dari jabatan kepala sekolah juga tanpa disertai surat resmi.

"Diganti dengan kepala sekolah yang sebelum saya," kata Asmah.

Di tengah kebingungan atas sikap Ketua Yayasan Nurul Iman, tiba tiba 13 guru di SMK Nurul Iman dipecat juga tanpa alasan yang jelas. Lebih miris lagi, 6 guru diusir oleh pihak yayasan saat masih mengajar di ruang kelas.

Penyerahan surat pemecatan oleh yayasan tak kalah miris, bukan diserahkan oleh ketua yayasan, tetapi diserahkan oleh tukang batu yang bekerja di SMK Nurul Iman. "Tukang bangunan yang membawa surat pemecatan kami," kata Asmah.

Terhadap perlakuan yayasan tersebut, ke-13 guru SMK Nurul Iman mengadukan nasib mereka kepada DPRD Nunukan. Sayangnya, tak satu orang pun dari pihak yayasan yang menghadiri rapat dengar pendapat yang digelar di Kantor DPRD Nunukan, Kamis (12/5/2016).

Sekeretaris Dinas Pendidikan Ahmad mengatakan, pihak yayasan dipastikan melanggar prosedur pemberhentian pegawai. Dinas Pendidikan mengaku akan menindaklanjuti kasus pemecatan sepihak tersebut.

"Kalau mau memberhentikan pegawai, mengapa guru dipecat? Mungkin melanggar disiplin atau tidak menaati aturan yayasan, harusnya ada teguran secara lisan dan tertulis," ujarnya.

Baca: Sedang Mengajar di Kelas, Belasan Guru SMK di Sebatik Dipecat dan Diusir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Regional
Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Regional
Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.