Kompas.com - 11/05/2016, 20:58 WIB
EditorLaksono Hari Wiwoho

SEMARANG, KOMPAS.com — Satu dari 380 siswa IPA reguler SMA Negeri 3 Semarang yang tidak lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016 adalah siswa peraih emas lomba karya ilmiah remaja tingkat nasional, Aristio Kevin Ardyaneira Pratama.

Penemu rompi antipeluru dari bahan serabut kelapa dan cairan antikarat itu kecewa dan tidak menyangka bahwa dirinya tidak lolos SNMPTN 2016.

(Baca Nih... Rompi Antipeluru Bikinan Pelajar SMA 3 Semarang!)

"Bukannya sombong, tetapi sebenarnya saya optimistis lolos karena nilai juga enggak jelek-jelek amat dan ada piagam prestasinya," kata Aristo saat dihubungi Tribun Jateng, Rabu (11/5/2016).

Meski demikian, ia tetap menerima hasil SNMPTN yang sudah diumumkan.

"Kalau kecewa ya pasti kecewa, tetapi cuma sebentar. Kalau berlarut-larut, justru ndak baik. Sekarang fokus saja jalur berikutnya untuk bisa lolos di perguruan tinggi negeri," ujarnya.

Penelitiannya tentang rompi dari serabut asap juga sempat membuat heboh dunia pendidikan saat itu.

Nasib serupa juga dialami oleh Lutfia Ariska Ramadhani. Ia kecewa karena kehilangan satu kesempatan untuk bisa masuk ke PTN favorit. Ia akan mencoba kesempatan lain, yakni seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN).

Ariska menyatakan bahwa ia sudah yakin benar bahwa data yang dimasukkan sudah benar dan nilainya juga sudah sesuai dengan yang ia dapat.

"Jadi memang sekolah yang input, kami tinggal mengecek. Saya lihat nilai memang sudah benar dari semester I hingga V," kata Lutfia.

Siswa yang mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya itu kini menyatakan sudah memfokuskan diri untuk menjalani persiapan SBMPTN. Ia menyatakan masih penasaran untuk mendaftar kembali di jurusan dan universitas yang sama melalui jalur lain. (Rival Al-manaf)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.