Seru, Orang Bisa Gerakkan Benda dengan Pikiran di Stan APMF Kompas Gramedia

Kompas.com - 11/05/2016, 15:44 WIB
Stan Kompas Gramedia di acara APMF 2016 di Nusa Dua, Rabu(11/5/2016) KOMPAS.com/SRI LESTARIStan Kompas Gramedia di acara APMF 2016 di Nusa Dua, Rabu(11/5/2016)
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

NUSA DUA, KOMPAS.com - Acara Asia Pasifik Media Forum (APMF) yang berlangsung di Nusa Dua Bali, 11-14 Mei 2016, menarik perhatian peserta, terutama di stan milik Kompas Gramedia Group.

Di stan tersebut, terdapat satu permainan neuro technology. Dengan permainan ini, dua orang berkolaborasi dan harus menyatukan pemikiran dengan fokus untuk dapat menggerakkan sebuah benda.

"Permainan menggunakan alat dengan membaca gelombang pikiran si pemakai alat tersebut. Yang diperlukan adalah fokus, ini kan kolaborasi dua orang, jika satu orang tidak fokus maka benda tidak bisa digerakkan," kata Project Manager AR&Co Indonesia Juliwina di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (11/5/2016).

Dalam permainan neuro technology ini yang dijadikan benda adalah sebuah mobil-mobilan. Cukup banyak peserta APMF mencoba permainan ini. Ada yang gagal dan ada yang sukses. Mereka yang gagal menggerakkan benda atau sebuah mainan mobil-mobilan merasa tertantang ingin mencoba lagi.

"Seru, tadi saya sukses, soalnya pasangan main saya kan sama-sama fokus, jadi bisa gerakan mobil-mobilannya. Memang agak lama fokusnya, tapi ya seru," kata Galuh Praba.

Lain halnya dengan Maya. Ia gagal menggerakkan benda tersebut.

"Saya enggak tahu kenapa, padahal saya tadi sudah upaya fokus, pasangan saya juga enggak fokus. Indikator alatnya enggak full lampunya, jadi ya gagal," kata Maya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

APMF 2016 digelar selama empat hari ini adalah pertemuan para pakar komunikasi, pemilik brand, penerbit serta penemu tren digital untuk berbagai ilmu, pengalaman terkait teknologi dan marketing. Selama acara berlangsung, juga dihadirkan pameran teknologi yang bertajuk APMFtech.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X