Proyek KA Bandara Solo Dirancang

Kompas.com - 10/05/2016, 10:20 WIB
Bandara Adi Soemarmo tutup sementara, Jumat 14 Februari karena guyuran abu vulkanik Gunung Kelud. Sebanyak 480 penumpang batal terbang. TRIBUN JATENG/GALIH PERMADIBandara Adi Soemarmo tutup sementara, Jumat 14 Februari karena guyuran abu vulkanik Gunung Kelud. Sebanyak 480 penumpang batal terbang.
EditorCaroline Damanik

SOLO, KOMPAS — PT Kereta Api Indonesia dan PT Angkasa Pura I merancang pembangunan jalur kereta api Bandar Udara Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah. Jalur kereta ini bakal menghubungkan Bandara Adi Soemarmo dengan Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, melalui Stasiun Balapan, Solo.

"AP (Angkasa Pura) I dan PT KAI akan membangun kereta api Bandara Solo terhubung ke Bandara Adisutjipto, Yogyakarta," ujar General Manager PT AP I Bandara Adi Soemarmo Solo Abdullah Usman, di Solo, Sabtu (7/5).

Abdullah mengatakan, pihak PT AP I bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah bertemu dan berkoordinasi dengan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo untuk merealisasikan pembangunan jalur KA Bandara Adi Soemarmo tersebut, Sabtu. Pembangunan jalur kereta ini direncanakan membutuhkan waktu dua tahun. Pembangunannya diharapkan selesai dan mulai bisa dioperasikan pada akhir 2018.

"Kereta api bandara ini akan mendukung konektivitas antara Bandara Adi Soemarmo dan Bandara Adisutjipto selama Bandara Jogja yang baru belum ada," ujar Abdullah.


Bandara Adi Soemarmo diperkirakan menerima limpahan penumpang dari Yogyakarta karena kepadatan penerbangan di Bandara Adisutjipto. Dengan adanya jalur kereta itu juga, calon penumpang dari Yogyakarta ataupun dari Klaten akan lebih mudah menjangkau Bandara Adi Soemarmo.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan, ada dua alternatif jalur kereta bandara. Alternatif pertama, dari Bandara Adi Soemarmo menuju Stasiun Purwosari, Solo. Alternatif jalur kedua yaitu dari bandara menuju Stasiun Balapan.

Dari kedua stasiun tersebut selanjutnya akan tersambung dengan jalur KA tujuan Yogyakarta. Jalur KA bandara menuju Stasiun Purwosari ataupun Balapan diperkirakan berjarak kurang dari 15 kilometer. "Untuk alternatif jalur KA bandara menuju Stasiun Balapan, rel direncanakan dibangun di sisi jalan tol (Solo-Kertosono) sehingga tidak perlu pembebasan lahan warga," katanya.

Hadi Rudyatmo mengatakan, Pemerintah Kota Solo sangat mendukung realisasi pembangunan jalur KA bandara itu secepatnya. Keberadaan KA bandara akan mengintegrasikan moda transportasi udara dengan kereta. Integrasi itu memudahkan para penumpang menuju bandara ataupun dari bandara menuju pusat kota Solo.

Memanfaatkan aset

Pemerintah Aceh akan menggandeng AP II untuk memanfaatkan aset-aset miliknya yang tidak terpakai. Langkah optimalisasi aset itu penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh.

"Langkah awal adalah memanfaatkan tanah seluas 51 hektar di Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar," kata Gubernur Aceh H Zaini Abdullah kepada pers, seusai acara penandatanganan memorandum of understanding (MOU) antara Pemerintah Aceh dan PT AP II mengenai Pemanfaatan Barang Milik Aceh untuk Operasional dan Pengembangan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Banda Aceh, akhir pekan lalu.

MOU ditandatangani Gubernur Aceh H Zaini Abdullah dan Presiden Direktur AP II Budi Karya Sumadi. Budi Karya mengatakan, lahan seluas 51 hektar di kawasan Bandara SIM tersebut direncanakan dikembangkan secara bertahap untuk area parkir inap, kargo, hotel, dan terminal khusus umrah.

Beberapa hari lalu, PT Garuda Indonesia Tbk dan PT AP II bekerja sama membuka akses penerbangan umrah dari Banda Aceh-Jeddah. Pada tahap awal, penerbangan umrah dari Bandara SIM dilaksanakan dua kali seminggu. (*/AST/RWN)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 9 Mei 2016, di halaman 21 dengan judul "Dirancang KA Bandara Solo".

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X