Ayah yang Bunuh Anak Kandungnya Dimasukkan ke RS Jiwa

Kompas.com - 09/05/2016, 19:31 WIB
Jam (34) warga Kampung Bulu-bulu, RW 01, RT 05 Bangkala , Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan yang tega membunuh anak kandungnya sendiri, Muh Ali (6) akhirnya dimasukkan ke RS Jiwa Dadi untuk mendapatkan perawatan, Senin (9/5/2016). KOMPAS.com/Hendra CiptoJam (34) warga Kampung Bulu-bulu, RW 01, RT 05 Bangkala , Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan yang tega membunuh anak kandungnya sendiri, Muh Ali (6) akhirnya dimasukkan ke RS Jiwa Dadi untuk mendapatkan perawatan, Senin (9/5/2016).
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Jam (34), warga Kampung Bulu-bulu, RW 01 RT 05, Bangkala , Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, yang tega membunuh anak kandungnya sendiri, Muh Ali (6) akhirnya dimasukkan ke RS Jiwa Dadi untuk mendapatkan perawatan, Senin (9/5/2016).

Jam sebelumnya mendekam di sel Markas Polsekta Tamalanrea setelah membunuh anaknya dengan cara sadis. Jam ditangkap oleh kerabat dan tentangganya, lalu diserahkan ke Markas Polsekta Tamalanrea.

Namun guna pengusutan lebih lanjut kasus pembunuhan itu, polisi membawa Jam ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan. Baru sekitar 10 menit di RS Bhayangkara, Jam dikawal sejumlah polisi dari Polsekta Tamalanrea dibawa ke RS Jiwa Dadi untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi (Kompol) Burhanuddin yang dikonfirmasi membenarkan, Jam kini dirawat di RS Jiwa Dadi. Tm dokter RS Bhayangkara yang menangani Jam langsung memberi rujukan untuk perawatan intensif.

"Ya, harus dirawat di RS Jiwa Dadi, karena memang ada gangguan kejiwaan. Dimana sudah ada juga rujukan dari tim dokter RS Bhayangkara," kata Burhanuddin.

Jam membunuh anak kandungnya sendiri di rumahnya, Kamis (5/5/2016). Setelah membunuh, Jam menyerahkan jenazah anaknya ke kakak ipar pelaku, Mardianah.

Sebelum membunuh anaknya, Jam mengamuk di kampungnya dan menantang seluruh warga berkelahi. Bahkan, salah seorang tetangganya, Arif menjadi korban amuk Jam. Untunglah Arif berhasil menyelamatkan diri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Setelah Mengamuk di Kampung, Seorang Ayah Bunuh Anaknya secara Keji

Kompas TV Ayah Pembunuh Anak Sakit Jiwa?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X