Ketua MPR: Istilah Tapol dan Mantan PKI Harus Dihapuskan

Kompas.com - 09/05/2016, 19:21 WIB
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, seusai sosialisasi empat pilar di Semarang, Senin (9/5/2016) KOMPAS.com/NAZAR NURDINKetua MPR RI Zulkifli Hasan, seusai sosialisasi empat pilar di Semarang, Senin (9/5/2016)
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com – Ketua Majelis Permusyawarakatan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan meminta pemerintah dalam proses rekonsiliasi korban 1965 agar tidak menimbulkan sebuah luka baru. Rekonsiliasi penting untuk mencari kebenaran.

“Soal PKI, kita pernah mengalami sejarah kelam. Sedikit demi sedikit mulai bersatu kompak, menuju masa depan. Jangan ada lagi pihak mengungkit, mempromosikan yang luka lama agar bangkit kembali,” kata Zulkifli seusai sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara di Semarang, Senin (9/5/2016).

Dalam proses rekonsiliasi, Zulkifli ingin agar hak warga negara Indonesia ditaruh dalam posisi yang seimbang. Ia ingin agar istilah mantan PKI, tahanan politik serta istilah lain yang menyudutkan para korban 1965 agar dihapuskan.

“Yang penting hak-hak korban dipulihkan, tidak ada perlakuan yang beda, harus sama dengan warga lain,” imbuh dia.

Ia pun berharap agar penyelesaian yang saat ini berjalan tidak membuat negeri ini mengalami luka baru. Ia mendorong agar elemen bangsa bersatu mencari kebenaran.

“Jangan memperkeruh negeri ini yang sudah terluka. Mari tetap jaga agar terbaik,” kata dia.

Sebelumnya, dalam kegiatan sosialisasi, seorang Pemuda Muhammadiah mempertanyakan beberapa kasus yang ada berhubungan eks PKI, baik itu temuan gambar palu arit hingga simbol lainnya.

Zulkifli menambahkan, persoalan gerakan PKI yang kerap muncul pasti di belakangnya muncul gerakan. Ia pun menganggap gerakan-gerakan seperti eks PKI wajar karena Indonesia berevolusi menjadi negara besar.

“Indonesia negara besar pasti ada mayoritas dan minoritas. Ada moderat, dan ada yang berbeda, dan itu hakikat manusia. Tapi konsensus bernegara empat pilar itu. Semua tindak tanduk, perilaku, kebijakan harus sesuai empat pilar, kalau di luar itu, berarti berjalan di luar konsensus yang disepakati,” tambah ketua umum PAN ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merasa Istrinya Dilecehkan, Pria di Bone Bunuh Adiknya yang Tuna Rungu

Merasa Istrinya Dilecehkan, Pria di Bone Bunuh Adiknya yang Tuna Rungu

Regional
2 Anggota Dewan Positif Covid-19, DPRD Lamongan Gelar Tes Swab Massal

2 Anggota Dewan Positif Covid-19, DPRD Lamongan Gelar Tes Swab Massal

Regional
Pemprov Jambi Gelontorkan Rp 20 Miliar untuk Pengadaan Vaksin Corona

Pemprov Jambi Gelontorkan Rp 20 Miliar untuk Pengadaan Vaksin Corona

Regional
Soal Asrama Haji Donohudan sebagai Pusat Isolasi Covid-19, Diusulkan Rudy, Ini Jawaban Ganjar

Soal Asrama Haji Donohudan sebagai Pusat Isolasi Covid-19, Diusulkan Rudy, Ini Jawaban Ganjar

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Pamekasan Segera Evaluasi Penerapan New Normal

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Pamekasan Segera Evaluasi Penerapan New Normal

Regional
Pegawai Pemprov Riau yang Meninggal Positif Covid-19 Diberi Bantuan Rp 25 Juta

Pegawai Pemprov Riau yang Meninggal Positif Covid-19 Diberi Bantuan Rp 25 Juta

Regional
Debat Cagub Sumbar, Fakhrizal Pertanyakan Kasus Hukum Nasrul Abit dan Ali Mukhni

Debat Cagub Sumbar, Fakhrizal Pertanyakan Kasus Hukum Nasrul Abit dan Ali Mukhni

Regional
Satu Anggota Klub Moge Pengeroyok TNI di Bukittinggi Divonis 3,5 Bulan Penjara

Satu Anggota Klub Moge Pengeroyok TNI di Bukittinggi Divonis 3,5 Bulan Penjara

Regional
Debat Cagub Sumbar Panas, Ali Mukhni Pertanyakan Kinerja Mahyeldi sebagai Wali Kota Padang

Debat Cagub Sumbar Panas, Ali Mukhni Pertanyakan Kinerja Mahyeldi sebagai Wali Kota Padang

Regional
Bertahan di Masa Pandemi, Ucup Layani Potong Rambut Door to Door

Bertahan di Masa Pandemi, Ucup Layani Potong Rambut Door to Door

Regional
Kapal Tongkang Hantam 4 Rumah di Pinggir Sungai Musi, Tak Ada Korban Jiwa

Kapal Tongkang Hantam 4 Rumah di Pinggir Sungai Musi, Tak Ada Korban Jiwa

Regional
Sederet Fakta Debat Pilkada Solo, Inovasi Program hingga Gibran Bagyo Saling Sindir

Sederet Fakta Debat Pilkada Solo, Inovasi Program hingga Gibran Bagyo Saling Sindir

Regional
96 Persen Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Lamongan Telah Terisi

96 Persen Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Lamongan Telah Terisi

Regional
Diduga Selundupkan Sabu, 2 WN Filipina Ditembak Polisi di Perairan Sebatik

Diduga Selundupkan Sabu, 2 WN Filipina Ditembak Polisi di Perairan Sebatik

Regional
Imbas Bandung Zona Merah, Mal, Resto, dan Kafe Harus Tutup Pukul 20.00

Imbas Bandung Zona Merah, Mal, Resto, dan Kafe Harus Tutup Pukul 20.00

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X