Belajar dari Kasus Pembunuhan Feby: Teknik Analisa SMS Palsu

Kompas.com - 04/05/2016, 10:59 WIB
Kompas TV Teka-Teki Kematian Mahasiswi UGM
EditorWisnubrata

Jadi, apabila ada perubahan pada hal-hal tersebut, maka menurut SCAN, orang tersebut bisa jadi sedang berbohong.

Saya yakin Anda memiliki kebiasaan tertentu dalam memanggil seseorang, termasuk panggilan sayang.

Dalam pergaulan misalnya, Anda mungkin tidak dipanggil sesuai nama Anda, tetapi ada panggilan tertentu. Apalagi, ketika masih sekolah, ada aja nama panggilan teman-teman terhadap Anda. Panggilan “khas” ini lah yang dimaksud dalam SCAN.

Kembali ke kasus pembunuhan ini.

Pengakuan Ibu Feby terkait kejanggalan SMS itu memang bisa jadi benar.

Ibu Feby mengatakan bahwa Feby tidak pernah memanggil dirinya sendiri dengan sebutan “Fibi” ataupun “Bi”, dan tidak menggunakan kata “mama”, dibandingkan kata “Ma” saja.

Saya menduga, bisa jadi cara menyebutkan nama “Kak Diyanti” juga merupakan satu kejanggalan. Tidak biasanya Feby memanggil Diyanti dengan cara begitu. Termasuk juga cara Feby mengetikkan kata “di sini” juga tidak seperti di SMS ini (d sini)

"Mama jangan lupa makan, jaga kesehatan mama, d sini fibi baik2 saja.kak Diyanti khawati bgt" begitu tulisan dalam pesan.

Ibu Feby sempat mengungkapkan bahwa cara SMS itu menasehati dirinya juga merupakan satu kejanggalan. Feby tidak pernah menanyakan dirinya sedang ngapain, apalagi menasehati dirinya untuk “jangan lupa makan, jaga kesehatan mama”.

Ini perubahan gaya bicara/cara berbicara dengan seseorang. Termasuk juga, berubahnya gaya SMS Feby dari yang semula “singkat” menjadi panjang.

Dengan kata lain, setelah Anda mengenal teknik SCAN ini, Anda ataupun penegak hukum bisa berhipotesa bahwa laporan Ibu dan sepupu Feby ini bisa jadi benar, bahwa memang handphone tersebut berpindah tangan atau seseorang telah mengetikkan SMS atas nama Feby untuk mengelabui Ibu dan sepupu Feby. 

Ketika kemudian ternyata Feby dibunuh, pesann SMS ini bisa jadi membantu polisi dalam melakukan penyidikan. Polisi bisa minta kepada penyedia jasa telekomunikasi terkait untuk melacak dari mana SMS tersebut dikirim pada waktu terkait.

Akhir kata, saya senang sekali bila teknik SCAN ini kemudian juga dipahami oleh kita semua, termasuk penegak hukum. Semakin banyak orang yang bisa menganalisa verbal (lisan, tulisan ataupun rekaman), maka semakin banyak orang yang bisa mendeteksi jujur dan bohong.

Penulis adalah pengarang buku“Mendeteksi Bohong” yang akan diluncurkan akhir Mei 2016.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Regional
Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Regional
15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

Regional
Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Regional
Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Regional
Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Regional
Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Regional
Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Regional
Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Regional
Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Regional
25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

Regional
Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Regional
Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Regional
Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Regional
Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X