"Sebelum Dibunuh, Ibu Sempat Ngajar Kami, Baik Kali Ibu Dosen Itu" - Kompas.com

"Sebelum Dibunuh, Ibu Sempat Ngajar Kami, Baik Kali Ibu Dosen Itu"

Kompas.com - 03/05/2016, 19:31 WIB
Tribun Medan/Array A Argus Sejumlah mahasiswa FKIP UMSU saat berkunjung ke rumah duka di Pancurbatu, Rabu (4/5/2016). Para mahasiswa mengatakan, almarhumah Nurain dikenal sebagai pribadi yang baik hati.

MEDAN, KOMPAS.com - Di mata kolega dan para mahasiswanya, dosen Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMSU, Nur Ain Lubis, adalah sosok yang berkesan.

Para mahasiswanya menegenal korban sebagai dosen yang baik dan ramah.

"Kalau ditanya, Ibu Nur Ain ini baik kali. Dia ini selalu menganggap mahasiswanya sebagai anak sendiri," kata Lya, mahasiswa semester IV Jurusan Akuntansi FKIP, Selasa (3/5/2016).

"Kalau dibilang killer (kejam), enggaklah. Ibu itu selalu lembut kalau bicara," tambahnya.

Menurut Lya, selama ini almarhumah juga dikenal tidak pelit dengan nilai. Dia membantah bahwa ada orang yang mengatakan Nurain suka mempersulit mahasiswanya untuk mendapatkan nilai bagus.

"Mana pernah ibu itu pelit? Kalau bicara sama kami, kami ini seperti anaknya," tutur Lya.

Lya pun meminta penegak hukum untuk menghukum pelaku seberat-beratnya. Apalagi, tindakan pelaku tergolong sadis.

(Baca juga: Semasa Hidup, Dosen yang Dibunuh Mahasiswa Disegani karena Disiplin Tinggi)

Pengakuan senada juga diungkapkan Rani. Gadis berusia 20 tahun ini menyebut korban sebagai sosok yang baik hati.

"Sebelum dibunuh, ibu itu sempat ngajar kami. Baik kali Ibu ini. Lainlah dari dosen yang lain," katanya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Agussani juga mengatakan, sosok Nur Ain meninggalkan kesan yang dalam bagi kampusnya.

Dia menjelaskan, kepergian korban merupakan pukulan berat bagi UMSU karena Nurain adalah sosok yang penting.

"Korban ini selalu rutin mengikuti seluruh kegiatan yang ada. Korban juga memiliki prestasi yang bagus selama mengemban tugas," kata Agussani.

(Baca juga: Kronologi Pembunuhan Dosen oleh Mahasiswa karena Masalah Nilai)

Agussani lalu mendesak Kapolresta Medan mengusut tuntas kasus tersebut. Hal itu disampaikannya ketika diberi kesempatan berbicara di rumah duka korban di Jalan Besar Pancur Batu sebelum pemakaman pengajar yang ditikam oleh mahasiswanya sendiri itu.

"Dalam kesempatan ini, saya meminta Kapolresta Medan untuk mengusut kasus ini sebaik-baiknya. Kami berharap, kasus ini bisa diselesaikan dengan baik," ungkap Agussani, Selasa siang.


Berita ini telah tayang di Tribun Medan, Selasa (3/5/2016), dengan judul: Rektor UMSU Minta Polisi Usut Pembunuhan Dosen dan Mahasiswa UMSU Nilai Mendiang Nurain Beda dengan Dosen Lain

 

Kompas TV Kapolresta: Dosen UMSU Ditusuk 14 Kali


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorCaroline Damanik

Terkini Lainnya

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Regional
Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Nasional
Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Edukasi
Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Regional
KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

Nasional
Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Regional
Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Regional
Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Edukasi
Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Internasional
Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Nasional
6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

Nasional
Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi 'Online' Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi "Online" Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Regional
Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Edukasi
Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Internasional
Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Regional

Close Ads X