Massa di Medan Akan Peringati Hari Buruh dengan Demonstrasi

Kompas.com - 01/05/2016, 07:27 WIB
Buruh dari berbagai elemen melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Istana Negara, Jakarta, Senin (1/9/2015). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOBuruh dari berbagai elemen melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Istana Negara, Jakarta, Senin (1/9/2015).
|
EditorIndra Akuntono

MEDAN, KOMPAS.com — Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Sumatera Utara Willy Agus Utomo mengatakan bahwa sekitar 3.000 buruh akan turun ke jalan di Sumatera Utara untuk memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day), Minggu (1/5/2016).

Massa buruh itu merupakan perwakilan buruh dari Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan perwakilan Kabupaten Padang Lawas. Massa buruh akan berkumpul di Jalan Jenderal Gatot Subroto, atau tepatnya di depan PRSU Medan.

Menurut Willy, peringatan Hari Buruh di Medan akan dilakukan dengan longmarch, panggung orasi, dan mendeklarasikan pembentukan organisasi massa (ormas) buruh dan rakyat di Medan. Deklarasi ormas itu juga akan dilakukan serentak di 32 provinsi di Indonesia, termasuk di Jakarta.

"Kami akan peringati May Day dengan unjuk rasa, kami juga akan deklarasikan pembentukan ormas buruh sebagai blok politik sehingga nantinya dapat mengakomodasi kepentingan buruh pada setiap kebijakan negara," kata Willy saat dihubungi, Minggu pagi.


Tuntutan yang akan disampaikan massa buruh di Sumatera Utara, kata Willy, adalah desakan mencabut PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, menolak upah murah, dan kenaikan upah minimum 2017 sebesar Rp 650.000.

"Saya berharap polisi bersikap baik mengamankan jalannya aksi para buruh karena polisi sepertinya keberatan dengan aksi yang dilaksanakan buruh pada hari libur. Sepanjang aksi dilaksanakan dengan tertib dan damai serta tidak merusak fasilitas umum, kami berharap kepolisian bisa bersahabat. Ini seperti hari raya kami, dunia juga merayakannya," ujar Willy.

Sementara itu, elemen buruh yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Buruh Daerah Sumatera Utara (APBD-SU) menyatakan akan menggelar unjuk rasa selama dua hari berturut-turut. Massa buruh yang diperkirakan sebanyak 5.000 orang itu berencana mendatangi kantor gubernur dan DPRD Sumut.

Delapan poin tuntutan kepada pemerintah, yakni menolak PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan dan menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Pemprov Sumut juga dituntut memenuhi keutuhan perumahan dan transportasi massal gratis untuk buruh, perlindungan hukum bagi buruh perkebunan, mengangkat BHL, outsourcing, dan PKWT menjadi pekerja tetap, melaksanakan kebebasan berserikat dan menindak tegas pelaku pemberangus serikat pekerja di perkebunan kelapa sawit, menghentikan kriminalisasi buruh, serta revisi UMK Kabupaten Deli Serdang 2016.

Kompas TV KSPI Siapkan Atribut Hari Buruh


Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

Regional
Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Regional
Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Regional
Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Regional
Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Regional
Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Regional
Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Regional
Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Regional
Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Regional
Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Regional
BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

Regional
3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

Regional
Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Regional
Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Regional
Penjelasan PT KAI soal Pemasangan Patok yang Meresahkan Warga Sumedang

Penjelasan PT KAI soal Pemasangan Patok yang Meresahkan Warga Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X