Perawat dan Bidan Mogok Kerja, Pelayanan RSUD Poso Terganggu - Kompas.com

Perawat dan Bidan Mogok Kerja, Pelayanan RSUD Poso Terganggu

Kompas.com - 29/04/2016, 13:23 WIB
Mansur K105-13 Foto Suasana Aksi Demonstrasi Tenaga Medis Di halaman RSUD Poso pada Jumat (29/4/2016)

POSO, KOMPAS.com - Seratusan orang yang terdiri dari perawat dan bidan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten Poso,provinsi Sulawesi Tengah Jumat (29/4/2016) menggelar aksi demonstrasi dan mogok kerja selama satu hari.

Aksi demo yang disertai mogok kerja dilakukan oleh para tenaga medis tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja Sekretaris RSUD Poso dokter Fitria Lasawed yang dinilai tidak transparan dalam pengelolaan anggaran rumah sakit.

Di halaman RSUD Poso, mereka melakukan orasi sambil membentangkan spanduk bertuliskan kecaman terhadap Fitria Lasawedi.

Koordinator aksi Sugianto Kaimuddin mengancam, pihaknya akan melakukan aksi mogok kerja selama satu hari jika tuntutan mereka tidak direspons oleh manajemen RSUD.

"Kami akan terus menyuarakan penolakan kami terhadap kinerja sekretaris yang lebih memperhatikan kepentingan pribadi daripada kepentingan Rumah Sakit, kami ini berhak bersuara apalagi kalau banyak hal-hal yang menyimpang," kata Sugianto.

Para perawat dan bidan itu diterima oleh Direktur RSUD Dokter Asnah Awad.  Mereka menuntut agar pihak RSUD dan Pemerintah Daerah untuk secepatnya bisa mengambil sikap dan memberikan sanksi kepada Sekretaris agar seluruh pelayanan yang ada dapat kembali berjalan dengan normal.

Aksi tersebut terkait dengan adanya keluhan dari sejumlah pasien rawat inap karena minimnya sarana dan prasarana RSUD Poso. Banyak kamar kecil atau wc  dalam ruangan pasien yang tidak berfungsi.

Dengan banyaknya keluhan yang datang dari para pasien dan keluarga pasien, para tenaga perawat merasa tidak nyaman untuk bekerja. Padahal keluhan tersebut sudah disampaikan beberapa kali kepada Sekretaris RSUD Poso selaku Pengguna Anggaran (PA).

Setelah melakukan aksi selama dua jam, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib dengan pengawalan ketat belasan anggota kepolisian Resort Poso.

Mereka berjanji akan kembali melakukan aksi demo dan mogok kerja jika dalam sepekan tuntutan mereka tidak segera direspons oleh Pemerintah Daerah setempat untuk mengganti Sekertaris RSUD Poso.

Akibat aksi dan mogok kerja tersebut sejumlah pelayanan pasien yang ada di RSUD Poso terhenti.

Sementara itu ditempat terpisah, Sekretaris RSUD Poso Dokter Fitria Lasawedi membantah seluruh tudingan yang ditujukan kepadanya.

Menurut Fitri,  pada Kamis (28/4/2016) kemarin dirinya bersama sejumlah staf dan termasuk Direktur RSUD telah meminta bertemu untuk klarifikasi namun tidak ada perwakilan perawat atau bidan yang hadir.

"Terus terang saya sudah berupaya untuk menjelaskan semua kepada para pendemo, namun kami sama sekali tidak diberikan kesempatan,apa yang saya lakukan selama ini menurut saya sudah sesuai dengan aturan yang ada sesuai dengan tipoksi saya sebagai Sekretaris,’’ ucap Fitri di ruangannya.


EditorErlangga Djumena

Close Ads X